Dua Keadaan

1146 Kata

"Hanya obat batuk." Nana menghela napas panjang ketika keterangan dari nama obat yang ia cari muncul di layar. Tidak banyak information yang didapat selain hanya penanganan radang biasa. Setelah terdiam menatap layar beberapa saat, gadis itu menarik napas dalam. Setelahnya berujar, "Semoga ayah memang batuk biasa," lanjutnya. * Satu pekan berlalu begitu cepat. Matahari bersinar lebih terik di pasar. Langit sangat cerah, membawa harapan bagi para pedagang semoga hari yang indah dibarengi dengan banyaknya pengunjung. Seperti pekerja di pasar yang lain, Takeru juga sibuk menata dagangan begitu toko dibuka. Menyapu lantai dan membereskan sampah, lalu membuangnya ke tempat pembuangan di depan selasar. "Marina!" Pria itu memekik ketika melihat seorang gadis yang kerap ia temui datang ke pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN