"Nana!" Akai mendekat, mengejar gadis yang lebih dulu berjalan di depannya. Nana orangnya, teman sekelas yang selalu membuatnya penasaran, tapi entah tentang apa pria itu belum bisa menemukan. Mendengar namanya dipanggil, Nana berhenti, menoleh dan mendapati Akai tengah berlari ke arahnya. "Kau sudah mengerjakan tugas?" tanya pria itu begitu mensejajarkan langkah dengan Nana. Tak perlu berpikir, gadis di sampingnya sudah tahu tugas apa yang Akai maksud. Nana mengangguk. "Ya. Sudah semuanya," jawabnya. "Oh, begitu?" tanya Akai, terdengar seperti ada rasa kecewa di sana. Tanpa peduli dengan ekspresi temannya, Nana lagi-lagi hanya mengangguk. Lalu membiarkan jeda menyelinap hingga mereka sampai ke kelas. Kondisi ruangan kelas sepuluh hampir penuh ketika Nana masuk. Tentu, ia berangkat

