"Aku tahu, kamu kedinginan, kan?" Akai menjawab penolakan Nana dengan santai, "pakai saja," lanjutnya sembari kembali memberikan jaket pada gadis di depannya. Tak langsung menerima, Nana hanya diam bergeming dengan tatapan tegas jika ia enggan mengiyakan perkataan Akai. Ya, hanya dengan tatapan yang sepertinya berhasil membuat pria itu sedikit mengecilkan nyali. "Ah, kalau begitu aku yang akan memakainya," ucap Akai, ditariknya jaket hitam miliknya dari depan Nana. Sementara gadis itu hanya bisa memutar bola mata sembari membuang napas kasar. Sudah beberapa kali pria itu bertingkah aneh menurutnya, yang justeru membuat Nana semakin merasa tidak nyaman. Hingga sebelum pria itu beranjak, Nana teringat sesuatu. "Akai!" panggilnya, berhasil membuat Akai menghentikan langkah. Setelah pria

