PROLOG
Sinar mentari pagi menyilaukan mata seorang gadis cantik yang lagi terlena di kasur empuknya , remaja itu menutupi wajahnya dengan selimut agar sinar mataharinya tidak mengganggu tidur gadis remaja itu
"Zora!! Cepat bangun!" Teriakan dari balik pintu itu membuat zora terbangun dari tidur lelapnya
"Sebentar lagi Mommy!" Jawab zora dengan teriakan juga
"Hari ini adalah hari prom mu! Apa kau tidak mau pergi?" Tanya mommynya zora
"Hari prom?" Guman zora
"OMG! HARI SPECIAL! KENAPA ALARAMKU TIDAK BUNYI?" ujar zora yang heboh sendiri
Zora langsung mengambil handuk untuk mandi , selesai mandi zora langsung berdandan . Zora tidak perlu ke salon untuk berdandan di pesta promnya karena dia tau jika ke salon atau berdandan sendiri maka hasilnya akan sama , sama seperti tidak memakai make up sama sekali hanya seperti memakai lipstik dan bulu mata
Jika ditanya maka tukang riasnya hanya bilang 'kamu sudah cantik jadi tidak perlu make up tebal-tebal' that's so funny! Zora tidak minta dimake up sangat tebal seperti badut , zora hanya minta dirias tapi tampak dirias! Ngertikan? Okey kita lanjut tentang zora
Zora memakai korsetnya setelah berdandan , setelah selesai memakai korsetnya zora langsung memakai dress ungunya , zora sangat menyukai warna ungu karena rambutnya yang terlahir bewarna ungu , sungguh dia adalah anak yang langka karena tidak hanya rambutnya yang bewarna ungu tetapi matanya juga
Zora menyanggul rambutnya tidak lupa zora menyisakan sedikit rambut di ujung kanan dan kirinya , zora mengambil sepatu hak tahunya yang bewarna hitam . zora pergi keluar dari kamar untuk menemui orang tuanya yang menunggunya diruang makan
"Haii guys , gimana? Cantik gak?" Tanya zora yang memutar menunjukan keindahan gaunnya
"Soo beauty like a queen" ujar daddy zora yang memujinya
"You right daddy , she like a queen" ujar mommynya pula
"Kalian terlalu berlebihan , aku biasa ajaa kok" ujar zora yang merasa malu
"Tadi tanya cantik gak , ya sudah kami jawab kalau kau sangat cantik princess" ujar daddynya
Biasalah anak tunggal sudah pasti sangat disayang , orang tua zora sangat suka memanggil zora dengan sebutan princess . Zora sudah tau kalau orang tuanya akan memujinya sangat berlebihan dan membuatnya sangat malu karena dia merasa bahwa banyak wanita yang lebih cantik darinya
TOK..TOK..TOK..
"Mommy membuka pintu dulu , sepertinya itu sahabatmu" ujar mommy zora yang mendengar ketukan pintu
"Ayo sarapan dulu princess" ujar daddynya zora , zora mengangguk sebagai jawaban
"Selamat pagi mr. Mclyntire , saya kesini untuk menjemput putri anda" ujar sahabar zora yang bersikap formal kepada daddy zora
Plak!
"Jangan sok formal kau sangat tidak cocok" ujar mommy zora yang memukul lengan sahabar zora
"Ah tante seharusnya aku tambah keren dengan bersikap formal apalagi aku memakai tuxedo ini" ujar theo sahabat zora itu
"Sudah-sudah jangan berisik , bentar lagi jam setengah sembilan aku harus pergi . The jaga princessku! Jika ada lecet sedikit saja maka kepalamu adalah taruhannya" ujar daddy zora yang membuat theo mengangguk kaku
"Daddy! Jangan menakuti the seperti itu , lihatlah dia menjadi pucat!" Ujar zora yang mengomeli daddynya
"Daddy hanya bercanda princess" ujar daddy zora lalu pergi keluar rumah untuk berangkat kerja
Mereka tidaklah kaya ataupun miskin , mereka hanya hidup sederhana dan berkecukupan . Daddy zora bekerja di perusahaan kecil dan gajinya cukup membiayai mereka bertiga , mommy zora pula tidak bekerja karena tidak dibolehkan oleh daddy zora
"Aku berangkat" ujar zora ke mommy dan daddynya setelah selesai sarapan dan membenarkan hiasannya
"Hati-hati princess" ujar mommynya
Zora mencium pipi mommynya dan daddynya lalu berangkat bersama theo , pesta prom zora berjalan lancar dan sampai malam acara prom di sekolahnya . Zora dan theo pulang setelah jam menunjukan pukul 10 malam , zora yang melihat rumahnya gelap gulita seperti tidak ada orang membuat dahi zora bekerut heran
"Sepertinya mommy dan daddymu tidak ada dirumah" setelah melihat rumah zora gelap dan mobil daddy zora tidak ada
"Mungkin saja" ujar zora
"Pagar rumahmu juga tidak terkunci zora , apa kau mau aku temani?" Tanya theo
"Tidak apa-apa , aku sendiri saja . Sebentar lagi pasti sudah pulang mereka" jawab zora menolak tawaran theo secara halus
"Ya sudah aku pergi , bye zora" ujar theo lalu pergi meninggalkan zora
Zora masuk kedalam rumahnya namun dia merasa heran karena pintu rumahnya tidak terkunci , zora masuk dan langsung mencium bau anyir , zora menghidupkan saklar lampu dan zora disambut dengan pemandangan yang mengerikan
Daddynya terbaring bersimbah darah begitu pula ibunya yang berada di meja ruang tamu , rumah zora terlihat seperti perampokan namun dia mendengar suara langkah kaki yang berasal dari kamarnya
"Wah wah princess mclyntire sudah pulang" ujar orang itu dengan nada rendah dan membuat zora ketakutan
"Si-si siapa kau?" Tanya zora yang hampir menangis , orang itu melesat dengan cepat dibelakang zora yang membuat zora terkejut
"Cup cup cup jangan menangis cantik" ujar orang itu dengan nada rendah
"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau membunuh mommy dan daddyku?" Tanya zora yang sudah menangis
"Keinginanku hanya satu yaitu menghentikan takdirmu!" Ujar lelaki itu
Zora terdiam ketakutan dia berharap theo atau siapapun datang secepatnya , zora tidak sempat menghubungi polisi ataupun menelpon seseorang untuk menolongnya
"Matilah!" Ujar lelaki itu yang memperlihatkan kuku panjangnya seperti serigala
"Sebelum aku mati beri tau aku makhluk apa kau?" Tanya zora memberanikan diri
"Aku adalah makhlu yang dianggap kalian hanya mitos , werewolf!" Ujar lelaki itu lalu mencakar leher zora sampai robek dan zora mati seketika!
Lelaki itu langsung pergi meninggalkan satu keluarga yang dibunuhnya bahkan dia menginjak tubuh mayat daddy zora , setelah orang itu pergi dari kediaman mclyntire tapi sebelum benar-benar pergi lelaki itu menelpon polisi untuk melaporkan pembunuhan yang terjadi di kediaman mclyntire
"Hallo disini kantor polisi , apa keadaan daruratmu?" Tanya polisi itu
"Aku mau melaporkan kejadian pembunuhan di kediaman keluarga mclyntire , pembunuhnya sudah melarikan diri . Semua penghuni mclyntire terbunuh semuanya" ujar lelaki itu dengan nada panik tentu saja hanya dibuat-buat panik
"Kirim alamat lengkapnya saya akan langsung mengirim polisi ke sana , saat ini anda sedang berada dimana? Apakah anda tau--?" Lelaki itu mematikan telfonnya
Lelaki itu memecahkan telfonnya menjadi berkeping-keping lalu dia pergi menjauh dari kediaman mclyntire , keesokan harinya theo mendapat kabar jika keluarga mclyntire terbunuh dan kabar iru membuat theo seperti tesambar petir . Theo diintrogasi fbi karena dia adalah orang terakhir yang menjumpai keluarga mclyntire
"Dengar pak , saya habis mengantar zora , saya langsung pergi dan tidak singgah pak!" Ujar theo yang berusaha meyakinkan kepala fbi yang mengintrogasinya
"Apakah ada keanehan sebulum kau pergi?" Tanya kepala fbi itu
"Mobil mr. Mclyntire tidak ada ditempat dan pintu pagar yang kebuka , itu saja tidak ada yang aneh hm dan satu hal lagi rumahnya terlihat gelap gulita" ujar theo yang merasa frustasi menghadapi kepala fbi ini
"Baiklah , kau boleh pulang tapi kau masih dalam pengawasan!" Ujar kepala fbi itu
"Terserah! Aku tidak peduli! Aku harus melihat sahabatku zora" ujar theo dengan mata berkaca-kaca
Sahabt theo itu mati mengenaskan dengan kepla yang hampir putus dari tubuhnya yang membuat theo tidak tega karena zora wanita yang lemah lembut , ramah , dan ceria mati mengenaskan seperti itu , theo mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggu untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat zora dia sangat ingin memeluk zora untuk terakhir kalinya
Theo sudah sampai di rumah sakit dan betapa terkejutnya theo yang mendengar kabar jika mayat pembunuhan yang baru saja dikirim untuk otopisi telah hilang , theo semakin frustasi dan akhirnya theo menangis di koridor rumah sakit setelah memastikan kabar itu benar atau tidak
"Sialan! Sialan! Sialan! Zora kau dimana?" Guman theo yang frustasi
LIMA MENIT SEBELUMNYA
zora merasakan berat untuk membuka matanya , zora mencium bau rumah sakit dan merasakan sejuk menusuk kulitnya . Setelahzora dapat membuka matanya betapa terkejutnya dia bahwa dia berada di kamar mayat , zora bahkan telanjang bulat dikamar mayat itu
Zora merasakan pusing dikepalanya , dia tidak bisa mengingat siapa dirinya dan apa yang terjadi pada dirinya . Zora melihat kertas yang berada dikakinya 'ZORA KATRIN KARLA MCLYNTIRE' zora mengkerutkan alisnya dan merasa jika itu adalah namnya , lalu jika dia belum mati kenapa dia dikirim ke kamar mayat? Itulah tanda tanya zora
Zora lalu berdiri dan mengambil baju rumah sakit khusus mayat yang sudah di otopsi , zora bersembunyi di bawah ranjang didekat pintu tatkala melihat pintu terbuka , zora yang melihat kesempatan itu langsung lari keluar . Zora berlari disepanjang koridor rumah sakit mencari jalan keluar
"Maaf miss , anda mencari apa ya? Apa bisa saya bantu?" Tanya perawat yang dijumpai zora
"Aku.. aku.. ingin mencari jalan keluar dan aku perlu baju" ujar zora
"Kau terlihat sangat pucat dan kau sangat dingin , jika kau masih sakit katakan padaku jangan kabur" ujar perawat itu
"Tidak aku tidak kabur , sahabatku theo menungguku diluar" ujar zora
'siapa theo?' guman zora yang heran kenapa dia menyebut nama theo
"Baillah lurus saja nanti belok kiri lurus saja" ujar perawat itu memberi arahan
"Terima kasih" ujar zora
"Ini pakaian yang bisa kau pakai" ujar perawat itu yang memberikan pakaian pasien yang layak
Zora langsung lari membawa baju itu , setelah zora mengjilang barulah perawat itu sadar jika pakaian yang zora pakai adalah pakaian dari kamar mayat . Perawat itu jadi merinding sendiri karena tidak mau terlalu memikirkannya perawat itu langsung pergi dengan langkah cepat
Zora berlari tidak tentu arah setelah dapat keluar dari rumah sakit , saat zora berhenti di caffe zora memegang perutnya karena zora merada sangat lapar . Zora hanya bisa melihat orang yang tengah menikmati secangkir minuman dan makanan
"Hei!" Panggil seseorang yang dibelakang zora
Zora menoleh ke arah yang memanggilnya dan melihat lelaki berwajah tampan , lelaki itu tersenyum manis , sangat manis . Lelaki itu mendekat ke arah zora tanpa zora sadari kaki zora melangkah kebelakang tanpa sadar seperti trauma
"Jangan takut , apa kau lapar?" Tanya lelaki itu
"I-iya" jawab zora setelah sedikit menghilangkan rasa takutnya
"Ayo ikut masuk , aku yang traktir" ujar lelaki itu
"Ti-tidak mau! Maksudku maaf aku tidak mau" ujar zora setelah merasa tidak sopan
"Aku tidak menerima penolakan , aku tidak akan memakanmu . Aku hanya akan mengajakmu makan" ujar lelaki itu
"Ba-baiklah" ujar zora karena tidak bisa menahan rasa laparnya
"Ayo ikut aku" ujar lelaki itu
Lelaki itu masuk ke dalam caffe yang diikuti zora , zora yang mencium bau spageti dan burger membuatnya semakin merasa lapar , lelaki itu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan lucu zora . Zora seperti baru pertama kali memasuki caffe
"Pesanlah apa yang kau mau" ujar lelaki itu setelah mendapatkan tempat duduk di sudut menghindari keramaian
"Aku mau semuanya" ujar zora yang melihat semua menunya
"Yang betul saja! Ini sangat banyak!" Ujar pelayan yang melayani mereka berdua
"Baiklah kalau begitu aku pesan spageti , burger , dan pai blueberry" ujar zora yang merasa tidak enak
"Baiklah , spageti 2 , pai blueberry 2 , burger 1 . Sodanya 2" ujar lelaki itu
"Kenapa memakai baju rumah sakit ? Kau tinggal dimana?" Tanya lelaki itu yang membuka pembicaraan
"Aku... tidak tau" jawab zora ragu
"Apa kau amesia?" Tanya lelaki itu
"Aku tidak tau" jawab zora lagi yang membuat lelaki itu semakin yakin jika gadis cantik itu kehilangan ingatannya
Ketika pesanan datang lelaki itu langsung menyuruh zora makan , mamun zora tidak kunjung memakannya juga membuat lelaki itu merasa heran
"Kenapa kau tidak memakannya?" Tanya lelaki itu
"Siapa namamu?" Tanya zora
"Aku? Perkenalkan aku jhose theodore will" ujar lelaki itu
"Aku zora katrin karla mclyntire , salam kenal" ujar zora yang mulai memakn makanannya
"Selamat makan zora" ujar lelaki itu tersenyum .