PART 7

1604 Kata
Zarael bangun dari pingsannya setelah mendapat tamparan pelan dari peter berulang kali , karlina melihat zarael bangun langsung memberinya air putih . Zarael melihat sekelilingnya ternyata dia masih berada di dalam ruangan gelap dan rahasia milik kurt dan karlina  "Kau kenapa?" Tanya dion yang wajahnya menunjukan ke khawatiran  Zarael duduk dikursinya waalupun kepalanya masih agak pusing , semua juga ikutan duduk walaupun masih khawatir terhadap zarael , cahaya tiba-tiba saja muncul dari cermin dan keluarlah seorang laki-laki berjas putih dari cermin yang langsung duduk di atas meja dengan kaki kiri naik menumpang tangan kirinya sedangkan kaki kanannya berlipat dan tangan kanannya memegang tangan kirinya  "Kau siapa?" Tanya alpha tian yang terkejut melihat laki-laki itu  "Hai" sapa lelaki itu yang tidak menjawab pertanyaan alpha tian  "Ah tidak sopannya aku yang duduk diatas meja , perkenalkan aku adalah xavier" ujar lelaki itu sekalian turun dari meja  "Kau... kau keluar dari cermin?" Ujar kurt yang masih terkejut  "Ya , aku adalah cermin itu" ujar xavier sambil melihat ke arah alpha tian  "Ke-kenapa kau-"  "Shuut... kau terlalu banyak berbicara , kita akan membahas hal penting di sini" ujar xavier "Wow...wow... cincinmu banyak menyimpan kegelapan , pantas saja kau pingsan ketika kau terkena cahayaku" ujar xavier lagi yang melihat ke arah zarael  "Kegelapan? Tidak mungkin , cincin ini di buat dari berlian dan emas murni dari pegunungan tertinggi dunia immortal" ujar zarael yabg tidak terima dibilang cincinnya terdapat banyak kegelapan  "Aku sudah hidup jauh sebelum kau lahir alpha king , maksudku calon alpha king" ujar xavier terdapat sedikit nada sombong  Jhose , peter , tris , dion , karlina , kurt , luna bianc , dan alpha tian hanya bisa terdiam karena aura yang di keluarkan xavier sungguh jauh mengerikan dan mereka masih terkejut karena xavier selama ini adalah cermiin legendaris yang dimiliki oleh kaum witch ribuan tahun yang diwariskan dari generasi ke generasi  "Jika kau tau kenapa kau tidak memberitauku asal cincin ini xavier tua" ejek zarael tapi xavier tidak memperdulikan ejekan zarael  "Baiklah kalau kau mau tau , cincin ini dulunya dimiliki oleh manusia pertama di dunia lyncan, cincin ini ada sepasang yang dia buat untuk menikahi gadis yang dia cintai , berlian yang dia gunakan adalah berlian dari dewi selena , emas murni dan perak yang dia dapat dari dewi athena  Cincin itu dibuat selama seratus tahun lamanya , lyncan mencampuri darahnya di cincin itu dan darah istrinya di cincin itu , setelah siap lycan dan istrinya bersumpah kalau cincin ini akan menjadi simbol cinta mereka dan mengingkat siapaun yang memakainya , jika cincin ini di lepas secara paksa maka cincin ini akan membuat mereka sengsara  "Cincin ini di warisi dari generasi ke generasi sampai ke satu kerajaan yang runtuh dan cincin itu tidak pernah terlihat lagi , sampai pada masanya cincin itu akan menjumpai tuan yang pantas untuk memakai cincin itu selamanya" cerita xavier yang membuat zarael diam  Karlina buka buku immortal di halaman 1351" perintah xavier yang langsung di laksanakan karlina  "Halamannya kosong" ujar karlina  "Benarkah? Siapa yang memiliki cahaya merah?" Tanya xavier  "Peter , peter memiliki cahaya merah karena kekuatan utamanya adalah api" ujar zarael  "Berdirilah , jernihkan pikiranmu dan bayangkan satu cahaya keluar di ujung tanganmu" ujar xavier yang dilaksaanakan oleh peter  Xavier yang melihat cahaya merah keluar dari tangan peter langsung menyatukan cahaya bitu dari ujung jarinya , merah campur biru menjadi ungu yang menyinari buku tua itu . Setelah dapat sinar biru tulisan muncul dihalaman kosong tadi , tulisan yang muncul adalah tulisan yunani kuno yang membuat mereka tidak bisa membacanya  "Cincin itu akan bewarna hitam menandakan dia akan segera menemukan cincin yang lainnya , cincin lainnya hanya bisa di temukan oleh wanita yang pantas" ujar xavier yang membaca sepenggal tulisan  "Dari aman kau mendapatkan itu?" Tanya xavier ke zarael  "Cerita dari mommyku , aku mendapatkan ini dari seseorang tetua immortal . Awalnya berlian ini hanya berlian putih dan bening , saat aku diumumkan akan menjadi alpha king di masa depan berlian ini berubah menjadi merah layaknya berlian yang dipunyai raja dan alpha yang lain" jawab zarael  "Dulu ada raja dan ratu yang mendapatkan cincin ini tapi raja tersebut selingkuh , sang ratu membuang cincin-cincin itu dan kerajaan itu runtuh seketika" ujar xavier yang membaca buku itu  "Lalu? Kenapa kita membahas cincin alpha? Kita disini ingin bertanya tentang masa lalu willi yang tidak pernah terlihat" ujar jhose  "Benar! Itu tujuan kalian!  Lebih baik kalian jangan mencari tau , biarkan saja seperti air yabg mengalir" ujar xavier tersenyum lebar  "Kenapa begitu? Aku ingin tau kenapa putriku tidak mengingat masa lalunya bahkan orang tuanya" ujar luna bianc yang sedikit emosi  "Ck..ck...ck... jangan mencari tau masa lalunya , lebih baik biarkan dia yang tau dan membuka dirinya sendiri luna" ujar xavier lagi "Alpha eh calon alpha king , apa kau tau kenapa kau tidak bisa mencium bau matemu dulu?" Tanya xavier yang tau kejadian dimana dia jumpa zora  "Ya , kenapa?" Tanya zarael yang juga penasaran kenapa hal itu bisa terjadi  "Itu karena cincin itu , cincin itu menutupi hidungmu karena dia sudah meminum darah orang lain" jawab xavier "Darah siapa?" Tanya zarael dan peterbersamaan  "Darah mom dan dadmu" jawab xavier  "Mereka membuka paksa cincin itu dan hasilnya darah mereka yang diminum cincin itu" ujar xavier lagi  "Aku-aku tidak mengerti" ujar zarael  "Jika tidak mengerti cari tau" ujar xander enteng  "Waktuku habis , aku mohon pamit tuan-tuan dan nyonya-nyonya" ujar xavier lalu naik di atas meja dan menghilang masuk kedalam cermin  Semua terdiam dan saling melihat , banyak kejutan yang membuat mereka tidak bisa berkata apa-apa . Zarael melihat ke arah cincinnya yang bewarna hitam , sudah meminum darah orang? Siapa yang diminumnya?  "Maaf raja kurt , saya harus undur diri . Saya permisi" ujar zarael yang langsung pergi memasuki portal  "Zarael tunggu!" Teriak peter tapi zarael tidak memperdulikannya  "Dion , tris bahaya kita membiarkannya sendiri" ujar peter  "Apa kau tau dia mau kemana?" Tanya dion  "Pastimencari kebenaran dari cincin itu" jawab peter  "Maaf alpha tian , luna bianc , king kurt , queen karlina kami mohon undur diri" ujar tris sopan  Peter , dion dan tris langsung pergi ke dalam portal . Zarael memportal dirinya ke apartementnya , zarael melihat ke arah tangannya yang ternyata sudah jam 1 siang . Zarael menteleport dirinya ke dalam mobil lambor merahnya dan pergi dari wilayah apartementnya  Zarael tidak sengaja melihat zora yang berjalan kaki ke arah berlawanan , zarael yang penasaran dengan matenya itu langsung mengikutinya . Zarael melihat zora masuk ke perumahan yang tidak asing baginya , zzarael melihat zora bertanya kepada orang yang zarael tidak tau apa yang zora tanyakan  Setelah setengah jam mengikuti zora berjalan kaki , dia melihat zora berdiri ke depan rumah yang sudah kosong bertahun-tahun lamanya bahkan halamannya sudah di tumbuhi rumput yang panjang  "Zora? Apakah itu kau zora?" Tanya seorang lelaki yang di belakang zora  Zora melihat kebelakang dan hanya bisa diam melihat lelaki itu , laki-laki itu cukup tampan sepertinya dia dulu sangat dekat dengan zora sehingga dia langsung mengenali zora . Zarael terkejut ketika lelaki itu menyebutkan nama zora ke willi  "Zora? Apa jangan-jangan zora itu adalah willi?" guman zarael  "Zora aku sangat merindukanmu!" Ujar lelaki itu yang langsung memeluk zora  Zarael yang melihat zora di peluk lelaki ifu langsung marah dan langsung keluar dari mobil , zarael meninju wajah lelaki itu yang membuat hidung lelaki itu berdarah karena patah tulang , zora yang melihat zarael yang tiba-tiba muncul sangat terkejut  "Kau? Ngapain kau disini?" Tanya zora ke zarael  "Jika aku tidak datang kau akan bermesraan bukan dengan lelaki itu?" Tanya zarael dengan nada marah , mata zarael yang sebelah kiri sudah berubah menjadi emas menandakan zarael sangat emosi  "Bermesraan? Aku saja tidak tau siapa dia? Jika aku bermesraan dengannya kau siapa mau melarangku?" Tanya zora dengan senyum miring  Zarael memegang bahu zora , membuat zora terkejut dan tidak bisa bernafas karena wajah zarael sangat dekat dengan wajahnya  "Lebih baik kau tidakmemancing kemarahanku willi , kau adalah milikku jika siapa yang berani menyentuhmu kecuali aku akan aku patahkan tangannya tidak peduli siapa pun" ujar zarael dengan nada yang ditekan setiap kalimatnya  "Kau siapanya zora?" Tanya lelaki itu yang langsung bangun  "Aku? Aku adalah suaminya" jawab zarael , zarael melihat hidung lelaki itu yang sudah normal kembali  "Kau sama sepertiku , anak buah victor hm?" Tanya zarael ketika melihat mata lelaki itu merah  "Alpha hm? Pantas saja tinjuanmu cukup melukaiku , aku percaya jika tinjuanmu hanya seperempat dari kekuatanmu jika sepenuhnya sudah dii pastikan kepalaku akan putus dari tubuhku" ujar lelaki itu  "Siapa kau? Apa kau mengenal zora?" Tanya zora yang tidak memperdulikan lelaki yang akan beekelahi dan mengatakan hal yang tidak jelas  "Aku adalah theo , sahabatnya zora" ujar theo memperkenalkan diri  "Sahabat zora? Apa kau sangat dekat dengannya?" Tanya zora lagi yang mulai mendekat dengan theo tapi di tahan oleh zarael  "Jangan mendekatinya , kau tidak tau kalau dia itu sangat berbahaya" ujar zarael memperingati  "Tolong ceritakan padaku siapa itu zora" ujar zora lagi  "Kau adalah zora , baumu sama , aku tau kau adalah zora!" Ujar theo dengan senyim miring  "Aku adalah willi bukan zora" ujar zora mengelak "Kau berbohong!" Bentak lelaki itu yang langsung mendapat tendangan dari zarael yang membuatnya melayang sejauh 5 meter  "Sekali kau membentaknya aku yakin kau akan mati sekarang!" Ujar zarael memeperingati  "Zarael! Apa-apaan kau?" Tanya zora yang terkejut theo melayang sejauh 5 meter hanya dengan tendangan pelan zarael "Tidak ada yang boleh membentakmu , jika sampai aku membentakmu maka aku akan membunuh diriku sendiri" ujar zarael yang mencubit pipi zora pelan , zora langsung memalingkan wajahnya karena pipinya memerah  "Baiklah akan aku cerita , sekarang lebih baik kita mencari restaurant aku sangat lapar" ujar theo yang berusaha bangun.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN