Dari pagi sampai siang yang Kamerun lakukan hanya menopang kepalanya diatas tumpukan dua tangannya,seolah ia tidak semangat lagi hidup sungguh! Ia memikirkan apa yang boss besarnya fikirkan,kemaren pagi tepat dihari minggu pukul dan jamnya pun Kamerun masih sangat ingat jelas. Jika boss besarnya memberikan pilihan yang sangat sulit baginya. Antara menjalin kasih dengannya atau membayar lunas uang yang boss besar keluarkan untuk keluarga Kamerun. Brengsek! Dengusnya kesal sambil membalikkan kepalanya kekanan dan kekiri. Siapa sangka jika dirinya kini terjerat lebih dalam lagi? Dulu ia hanya ingin melunasi hutangnya kepada Raja dan kini. Oh astaga! Apa yang harus Merun lakukan. Bohong jika Kamerun tidak menginginkan boss besarnya. Namun itu semua hanya sebatas kagum selama ini,ia ben

