"Kamerun!" Kamerun menghentikan langkahnya saat pamannya memanggilnya. "Ada apa paman!" Paman Jo dan bibinya terlihat begitu sumringah,wanita paruh baya itu memeluknya erat sambil mengusap bahu Kamerun. "Terimakasi Nak kamu sudah membantu keluarga bibi" ucapnya penuh haru. "Eh?" Kamerun melepaskan pelukan bibinya lalu mencoba menanyakan apa sebenarnya yang ia katakan karena dia benar-benar tidak tau apa-apa. "Tadi tuan Kapur yang biasa kamu bilang datang kerumah dan menyerahkan sertifikat rumah yang hampir lima tahun tidak pernah paman bisa ambil." Jelas Jo kepada Kamerun yang nampak bingung. "Tunggu! Tunggu paman. Tuan Kapur bilang apa sama paman?" Tanyanya dengan raut wajah yang benar-benar tidak memahami maksud dari ucapan pamannya. "Tadi tuan Kapur datang kerumah dan bilang

