Lagi-lagi Marcus menelfonnya secara mendadak. Kamerun segera pergi setelah memastikan jika Bagas sudah membaik dan keluarganya juga sudah datang untuk menjaga Bagas dirumah sakit. "Baik! Saya akan segera kesana." Kameru. Berlari keluar namun sialnya taxy yang berhentikan tidak kunjung berhenti. Malam semakin gelap dan Kamerun semakin cemas. Ia berusaha kembali mendial nomer ponsel Marcus namun pria itu tak kunjung mengangkatnya. "Lo mau kemana?" Kamerun terkejut saat melihat Juan yang tiba-tiba saja berada disampingnya. "Mau pulang!" Jawabnya tanpa melihat Juna yang masih berdiri disampingnya. "Gue anter!" Tawarnya lagi. "Kagak usah!" Tolaknya lagi tanpa menatap Juna. Juna memutar bola matanya jengah. Tanpa banyak bicara Juna menarik tangan Kamerun. Persetan dengan penolakan ga

