56_romantis

1079 Kata

Lagi-lagi Marcus menelfonnya secara mendadak. Kamerun segera pergi setelah memastikan jika Bagas sudah membaik dan keluarganya juga sudah datang untuk menjaga Bagas dirumah sakit. "Baik! Saya akan segera kesana." Kameru. Berlari keluar namun sialnya taxy yang berhentikan tidak kunjung berhenti. Malam semakin gelap dan Kamerun semakin cemas. Ia berusaha kembali mendial nomer ponsel Marcus namun pria itu tak kunjung mengangkatnya. "Lo mau kemana?" Kamerun terkejut saat melihat Juan yang tiba-tiba saja berada disampingnya. "Mau pulang!" Jawabnya tanpa melihat Juna yang masih berdiri disampingnya. "Gue anter!" Tawarnya lagi. "Kagak usah!" Tolaknya lagi tanpa menatap Juna. Juna memutar bola matanya jengah. Tanpa banyak bicara Juna menarik tangan Kamerun. Persetan dengan penolakan ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN