"kamu seneng gak?" Tanya Marcus dan Kamerun hanya bisa mengangguk mengiyakan. Ia bingung harus bereaksi seperti apa? Sungguh ini bukan kebiasaan Kamerun. Berkencan berhura-hura dan memanfaatkan orang demi kepentingan pribadi meski Marcus adalah kekasihnya namun Kamerun tidak ingin diperlakukan berlebihan seperti ini. Ini menyebalkan! "Sekarang kamu ingin kemana lagi?" Kamerun menatap Marcus,lalu mengulas senyumnya. "Tuan boss! Bisakah kita pulang?" Marcus mengangguk. "Apa kamu bosan?" Kamerun menggeleng. "Tidak! Hanya saja Kamerun lelah ingin beristirahat dan lagi Kamerun ingin kembali menjenguk Bagas." "Baiklah! Ayo saya antar!" Kamerun menahan tangan Marcus. "Tidak usah tuan boss saya tidak ingin ada yang melihat tuan boss mengantar saya. Sungguh! Saya tidak berniat menolak

