"Memang, apalagi coba?" ujar Chandra sembari mulai menggerakkan tuas, guna melajukan kendaraan roda empat yang siap mengantarnya ke tempat tujuan utama, saat ini masih dalam posisi hati yang kurang enak, sebab Tamara sepertinya ingin memulai pertengkaran. Wanita ini tengah mengapa rasanya sangat sulit ditebak, terkadang sangat manis dalam berperilaku, tak jarang pun bersikap bak tiran. Chandra pusing kalau harus meladeni setpa perubahan tak pasti itu, sebab dia tidak memiliki wacana berdebat untuk sementara waktu. Ia tidak ingin suasana hatinya terganggu hingga berdampak pada ekspresi wajahnya nanti. Sebab di sini, mereka sedang kedatangan tamu istimewa yaitu orang tuanya. Tidak mungkin ia memperlihatkan keadaan yang buruk pada orangtuanya. "Jangan pernah berfikir kalau aku ini nggak tahu

