"Yasmin, hati-hati!" Yasmin menoleh ke belakang, ia tersenyum kecil dan mengangguk, kembali menyeret koper masuk ke dalam rumah kecil berukuran minimalis yang sengaja dibeli untuk dirinya. Dia tidak tahu, akan selama apa tinggal dalam rumah ini selagi orang tua Chandra berada di rumah pria itu. Dia tak ubahnya seorang perempuan kedua yang disembunyikan keberadaannya, dijauhkan dari jangkauan khalayak luar demi keamanan dan keselamatan reputasi. Yasmin terkekeh getir, nasi sudah menjadi bubur, dia tidak bisa memutar waktu, tidak bisa kembali ke titik di mana dirinya menjadi seorang remaja dengan segala kebebasannya. "Yasmin..." Tubuhnya membeku di ambang pintu, bisa dirasakan pelukan hangat yang Chandra lakukan. Pria itu mendekapnya kuat dari belakang dan menyembunyikan wajah pada tengkuk

