"Turun dan bersikap seperti biasa. Jangan sampai suamimu curiga sama sekali tentang apa yang terjadi hari ini. Paham!" Tamara mengangguk pelan sebanyak dua kali, rambutnya sudah disisir rapi dari sebelumnya sempat berantakan dan membersihkan sisa-sisa air mata yang mengering di pipi. Ancaman Ody benar-benar membuatnya ketakutan tadi, Tamara yakin ucapan pria itu tidaklah main-main. Dia benar-benar harus membuat Yasmin lepas dari hubungan kontrak ini dan mengembalikannya pada Ody sesuai permintaan. Meski kepalanya tidak memiliki wacana karena masih terlalu kacau, ia harus segera melakukan tugasnya tanpa menunda-nunda lebih lama. Karena Tamara paham, bagaimana tabiat Ody yang apa-apa harus cepat. Ia masih ingat ketika pacaran dulu, pria itu memang memiliki rasa nekat yang kuat. Jika apa yang

