Sejak malam itu, semua berakhir begitu saja. Yasmin yang terlihat baik-baik saja usai mendengar semua kenyataan yang terlontar dari bibir Chandra pun dengan Chandra yang bersikap seperti biasa. Semua mengalir apa adanya. Padahal kenyataannya pada dua malam lalu, mereka telah menghabiskan waktu bersama hingga pagi menjelang, menikmati kehangatan dan mengabaikan Tamara yang bisa saja mencari Chandra sewaktu-waktu. Tetapi, seakan siap menerima bumerang, bahkan Chandra tidak gentar seandainya Tamara mendobrak kamar Yamsin. Tetapi, untung saja hal itu tidak terjadi, mereka begitu leluasa saat melintasi lorong waktu. "Kopi buat kamu." Secangkir kopi panas yang diletakkan oleh Tamara tepat di depannya membuat Chandra menengadah, memutus tatapan pada Yasmin. Gadis itu bersikap acuh tak acuh seaka

