Enam belas

1010 Kata

Yasmin buru-buru menjauhkan wajah dengan disertai napas yang berfluktuasi, sedang bibirnya tampak mengkilap oleh sisa-sisa air liur dari pria yang menjamah benda tidak bertulang itu. Melihatnya, Chandra lantas terkekeh, ibu jarinya spontanitas bergerak terangkat dan menyeka permukaan bibir Yasmin yang membengkak akibat ulahnya. Mendapati sikap lembut tersebut, Yasmin bergeming, dibiarkannya jari lembut itu bergerak konstan di atas permukaan bibir berukuran sedang miliknya–tidak tipis dan tidak terlalu tebal–sangat pas ketika dilumat. "Thanks, ya, selalu menakjubkan," ujar pria itu memberikan pujian, ia berbicara sembari terengah, Yasmin saja dapat mendengar dengan baik bagaimana deru napas yang memburu. Itulah akibatnya terlalu bernafsu, seakan lupa jika mereka perlu menukar udara di paru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN