Yang Tersisa Dari Kita

1140 Kata

(Sudut Pandang Revan) Aku pikir waktu akan menghapus semuanya—senyum Aleta, caranya menatapku saat aku gugup, dan suara pelan yang selalu menenangkanku di tengah kegagalan. Tapi nyatanya, waktu hanya membuat semuanya semakin nyata. Semakin menyakitkan. Hari ini aku berdiri di depan rumah kecil yang dulu pernah kami lewati sambil bercanda. “Rumah ini nanti bisa kita beli, pelan-pelan. Aku mau kebun kecil di belakangnya,” katanya waktu itu. Dan aku mengangguk—tanpa tahu bahwa aku tak pernah cukup berani untuk bertahan. 📎 Aleta tidak tahu bahwa aku sering menulis surat yang tak pernah kukirim. Atau bahwa aku masih menyimpan foto tunangan kami dalam dompet, tersembunyi di balik kartu-kartu usang. Kadang aku menatap foto itu lama sekali, seolah bisa menemukan jawabanku di matanya yang kin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN