Bab | 6

551 Kata
Sesaat kemudian mereka berdua selesai dari rumah sakit dan berjalan-jalan menuju tempat yang jauh dari keramaian. "Lukamu parah Miru," Adra menatap luka-luka di tangannya sebagian ada bekas di wajahnya. "Ar apa kau tahu....bahwa aku...aku di Nod..."  Brendy kaget saat Adra mencium bibir itu dengan kelembutan. "Sudah jangan banyak bicar!" Ucap Adra mengelus rambut wanita itu. Brendy sungguh tersentuh dengan setiap kelembutan yang di beri oleh Adra. Brendy terdiam seribu bahasa ia tidak tahu harus bagaimana. "Apakah ingin aku cium sekali lagi?" Adra menggoda Brendy. "Ahh..tidak..jangan lakukan itu lagi Ar," Brendy memukul pundak Adra pelan. "Tunggulah sini, aku akan membawakan beberapa makanan dan minuman," Adra berdiri dan memberi senyum manis pada gadis cantik itu. ~~~~~ Ale menjelaskan semua pada ibunya dan terlihat sang ibu menyerap setiap kata dari bibir putranya, disitu juga ada kesalahan dirinya yang menyuruh putranya untuk pergi ke sebuah cafe. "Ibu..aku harus bagaimana sekarang?" Duduk berdampingan dengan sang ibu. "Ale..perbuatanmu sungguh jahat tapi ibu juga tidak sanggup bila kau di penjara," Ibunya menangis. "Ibu aku akan terima apa resiko nanti tapi kali ini aku harus meminta maaf pada wanita itu," Ale mengacak rambutnya. Ibunya menuruti perintah anaknya,ya benar mungkin gadis itu,sekarang lah yang harus di pikirkan. "Ale jangan ceroboh untuk kedua kalinya,"sang ibu memberitahu agar ia tidak ceroboh lagi. "Pasti ibu," Ale berdiri dan pergi meninggalkan ibunya. Ale menaiki mobil nya dan pergi mencari kakaknya. Drt....drt...drt.... suara telpon Adra berbunyi. "Apa?" dengan nada menggertak. "Kakak kau dimana?"  Telepon dimatikan begitu saja oleh Adra. Drt...drt...drt... "Kakak aku mohon kau dimana?" Tanya Ale Panik. "Urusan kita belom selesai tunggu aku di rumah," tegas Adra. "Kakak setidaknya beri tahu aku kau dimana?" Tanya nya lagi. "Jangan harap aku memberitahumu," Adra menutup kembali telepon itu. Ale mendengus kesal frustasi. "Aaaaahhh,"  "Taman," ucap Ale Ale ingat bahwa di telpon tadi ada suara orang menawarkan sebuah makanan, "ice cream taman mawar," ucap salah satu penjual ice cream terdengar dari suara telepon Adra, berarti posisi Adra saat ini adalah di Taman Mawar. Segera Ale mempercepat laju mobilnya menuju Taman Mawar. ~ Brendy menoleh ke kanan-kiri menunggu Adra yang hampir 20 menit tak selesai hanya membeli sebuah makanan. "Kau mencari ku?" Adra berdiri di hadapan nya. "Adra kau membuatku kaget," dengus Brendy. "Jika aku membuatmu kaget...maka yang ini membuat mu apa?" Adra membawa sebuah bunga mawar yang cantik bewarna merah di tangan kanan nya, sedangkan di tangan kiri nya membawa makanan dan minuman. Brendy sungguh kaget, Adra membawa bunga yang harum ini. "Astaga Ar," Brendy membungkam mulutnya dengan tangannya. "Jadi yang ini membuatmu apa?" Goda Adra. Adra duduk di samping Brendy memberikan mawar itu dan menyuapi makanan yang ia bawa. "Kau seperti drama Korea saja Ar" Brendy tertawa karena Arda menyuapi nya seperti anak bayi. "Jika membuatmu tertawa harus membuatku bertingkah seperti orang Korea mudah saja," keduanya tertawa di taman itu dan berbicara banyak hal yang tentu Adra berusaha membuat Brendy lupa dengan hal menyakitkan itu. Ale sampai di taman mawar dan Ale berjalan mencari kakaknya. Beberapa menit kemudian Ale menemukan kakaknya sedang berbicara dengan seorang wanita tapi Ale tidak bisa melihat wajah nya karena terbelakangi oleh rambut. Ale mendekat...coba lebih lebih dekat melihat dari arah lain memastikan siapa wanita itu. Ale terbungkam matanya melingkar semua yang ada di wajahnya sungguh menggambarkan ekspresi syok,kaget,tak percaya. Bahwa yang dilihat adalah gadis yang kemarin ia perlakukan dengan kasar. ______________________________________
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN