Tidak Ada Pilihan

1150 Kata

Keadaan Raka mulai membaik dan ia sudah diizinkan untuk pulang. Hari ini ia akan kembali ke rumah dan juga akan bekerja seperti biasanya. Sesampainya di rumah, Aluna bertanya pada Raka. “Raka … m-maksudku Mas. Apa besok aku bisa bekerja lagi di kantor?” tanyanya. Raka melepaskan jaketnya lalu kemudian melemparkannya ke wajah Aluna, “Tentu saja kau harus bekerja, karena aku tidak akan pernah memberi uang sepeserpun padamu.” jawaban yang tidak pantas didengar. Namun, Aluna sudah mulai terbiasa dengan semua ini. Ia tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh Raka. Yang penting baginya ia masih bisa tetap bekerja, bekerja sebagai sekretaris Raga. Mungkin pekerjaannya kali ini tidak akan seperti dulu. Akan tetapi, ia akan berusaha bekerja semaksimal mungkin karena ia memiliki seorang i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN