“Katakan dimana Aluna berada?” Raga menarik kerah baju Raka, “Sebaiknya kau katakan dengan jujur karena aku bukan tuan baik hati yang akan selalu memaklumimu.” sepertinya Raga mulai kehabisan kesabarannya pada Raka. Dengan santainya Raka melepaskan tangan Raga di kerah kemejanya. “Mana aku tahu.” jawabnya sambil tertawa mengejek ke arah Raga, “Aku sudah bilang kalau aku punya petunjuk, bukan aku tahu dia ada dimana.” Raga pergi meninggalkan Raka, saat ini perasaannya sedang tidak karuan. Ia memilih untuk tidak meladeni Raka. Kewarasannya harus tetap terjaga, agar pikirannya tenang dan ia bisa mencari Aluna dengan kepala dingin. Raka sendiri malah tersenyum, seolah ada kepuasan dalam hatinya karena telah mengganggu kakaknya, Raga. Raga pergi menuju ruangannya, ia duduk di kursi sambil

