Malam di desa cukup sunyi, hanya terdengar suara serangga malam yang setiap malam saling bersahutan. Di sebuah rumah sederhana, dengan hamparan karpet di ruang tamu yang cukup luas. Kini orang-orang itu tengah duduk di sana. Raga dan Raka, kedua pria yang baik Raja yang selalu duduk di atas singgasana. Kini kedua pria itu tengah duduk diatas karpet sederhana milik Harun. Pria itu menatap ke arah Raga dan juga Raka, tatapannya penuh dengan kekecewaan pada mereka berdua. Sebagai paman dari Aluna, ia merasa kalau Aluna adalah bagian dari tanggung jawabnya. Terlebih Aluna adalah gadis yatim yang tidak memiliki seorang ayah untuk melindunginya. “Jadi, apa maksud kedatangan kalian kemari?” tanya Harun dengan tegas. “Menjemput Aluna.” jawab keduanya bersamaan. Harun menganggukkan kepala, “

