Malam terasa dingin dan begitu panjang bagi Raga dan Raka, mereka belum terbiasa dengan suasana malam di desa. Ditambah dengan mereka yang tidur hanya beralaskan kasur lantai yang tipis, juga satu selimut yang harus mereka gunakan berdua membuat mereka berdua tidak bisa tidur dan terus terjaga. “Apa kau tidak bisa diam! Aku tidak bisa tidur kalau kau terus saja bergerak.” Raga menegur Raka dengan menahan suaranya, sebab takut kalau suaranya malah mengganggu para penghuni rumah. Jika saja mereka berdua ada di rumah, mungkin Raga akan berteriak pada adiknya yang sangat mengganggu. “Aku kedinginan.” “Kau pikir aku tidak kedinginan, aku juga sangat kedinginan.” Raga bahkan hampir menggigil dibuatnya. Udaranya sangat dingin padahal mereka ada di dalam rumah, tapi tetap saja rasa dingin yang

