“Entahlah, akupun tidak tahu.” jawabnya putus asa. “Aluna, aku akan melepaskanmu darinya.” “Jangan memberikanku harapan, Mas. Aku tidak mau banyak berharap lagi, karena semakin aku berharap semakin aku merasa tersiksa.” Aluna menatap ke arah Raga, ada banyak sekali kesedihan di matanya, juga banyak kekecewaan yang dirasakannya. Namun, Aluna selalu berusaha untuk tampak tegar meski ia begitu terluka. “Aku merasa sangat lemah, Aluna. Kau adalah kekuatanku, jika kau merasa putus asa maka aku pun sama. Apa yang akan aku perjuangkan jika kau saja tidak mau berjuang denganku.” “Aku …” Raga memegang kedua pipinya dengan sangat lembut, “Jangan menyerah, Sayang. Ada aku yang akan selalu bersama denganmu.” “Tapi …” Raga memeluk Aluna, mencurahkan segala kerinduan padanya. “Aku sangat mencin

