“Kenapa aku harus tidur denganmu?” Raka menatap Aluna, “Karena kau istriku.” jawabnya. OhMendengar kata istri yang dilontarkan oleh Raka, seketika jantungnya berdenyut. Raka benar, Aluna memang istrinya. Yang memiliki hak penuh atasnya, lalu kenapa ia malah merasa keberatan tidur dengan Raka. Sedangkan pada Raga, ia memberikan segalanya. Haknya malah diberikan kepada Raga yang yang notabene adalah kekasihnya. Meski Raga adalah cintanya, tapi tetap saja kalau Raka adalah suaminya. Tanpa berkata-kata lagi, Aluna naik ke atas ranjangnya yang sempit itu dan tidur di samping Raka. Hatinya menolak, akan tetapi pikirannya meminta ia untuk melakukannya. Lagi pula, ini hanya tidur kan? Jangan sampai ada sentuhan lain selain hanya memejamkan mata. Aluna menarik selimutnya, lalu memejamkan ma

