Setelah di kamar Keenan suasana pun menjadi canggung di antara kedua nya. Wangi maskulin berasal dari kamar Keenan membuat Kei sedikit tenang. Kei merasa gugup karena ini baru pertama kali nya ia berada di kamar laki-laki yang baru beberapa hari ia kenal.
"Lo langsung tidur aja soal pernikahan kita bahas besok gua tau lo capek," ucap Ken panjang jangan lupa tatapan datar nya.
Kei pun tercengang mendengar kalimat terpanjang dari seorang Keenandra Arion Sky. Ah apakah itu Ken atau setan yh pikir Kei.
"Gue bukan setan,"ucap Ken dingin.
"HA" cengo Kei.
Apa dia cenayang pikir Kei lagi. Ken mendengus kesal "gua bukan cenayang," ucap Ken Membuat Kei tersentak.
Tau apa yang di pikirkan Kei, Nen langsung mengatakan "Jangan kebanyakan mikir muka lo jelek," sinis Ken.
"TIDUR!"ucap Ken dingin dan nada tak terbantahkan membuat Kei sedikit bergidik, ingat sedikit.
"Iya, jelek-jelek gini juga istri kamu," ketus Kei seraya berbaring dan berusaha memejamkan matanya.
Ken yang melihat itu hanya tersenyum tipis. "Lucu," batinnya. Eh apa yang gue pikirin geleng Ken.
"Ngapain lo geleng-geleng?" tanya Kei heran. Ken tersentak kaget ia kira Kei sudah tidur. Kei sebenarnya udah hampir tidur tapi ia lupa bahwa ia harus menyiapkan minum takut tengah malam kehausan. Itu termasuk kebiasan nya.
"NGGAK." ketus Ken dingin
"Kenapa?"tanya Ken singkat.
"Kenapa apanya?" bingung Kei.
"Nih orang kagak tau apa ngomong panjang kagak bayar," kesal Kei dalam hati.
"Belum tidur?" balas Ken datar
"Oh, mau ambil air takut tengah malam kehausan," balas Kei.
Ken hanyak ngangguk saja dan mulai merebahkan diri di sofa yang lumayan besar. Kei pun pergi ke dapur untuk ngambil air putih. Setelah selesai ia langsung balik ke kamar dan melihat Ken kayaknya sudah terlelap.
Kei pun mencari selimut dalam lemari. Nggak apa apa kali yah kan udah jadi istri batin Kei. Dan tak lama kemudian ketemu Kei langsung memasang selimut itu ke Ken.
"Good night Ken," ucap Kei.
Kei segera kembali ke kasur dan mulai memasuki alam mimpi nya. Ken tiba-tiba membuka matanya dan memandang Kei yang tidur di seberang nya.
"Night too Kei," ucap Ken tersenyum. Ingat guys tersenyum. Momen langkah seorang Ken tersenyum dan tidak ada yang melihat betapa menawan nya senyum Ken.
***
Sinar matahari memasuki kamar maskulin tersebut. Kei yang lebih dulu bangun dari tidurnya pun mengernyit bingung. Dia dimana pikirnya.
Ah akhirnya ia ingat kalau sudah menikah. Kei menghela napas dan mengedarkan pandangan nya pada sudur kamar ini.
Kei menemukan Ken yang masih tidur di sofa.Semoga saja tidak sakit itu badan doa Kei. Kei segera bangun dari ranjang. Kei tersenyum lega sekarang masih jam 06.07 artinya ia tidak kesiangan. Apa kata daddy sama mommy melihat ia kesiangan. Memalukan.
Kei menyibak gorden kamar biar matahari langsung masuk ke dalam kamar. Ia berjalan ke arah Ken.
"Ken bangun pindah di kasur aja yah,"ucap Kei lembut mencoba membangunkan Ken. Ia tidak tega melihat Ken tidur di sofa sepanjang malam.
"Hm," balas Ken.
"Ken bangun dulu tidur nya lanjut di kasur aja," ucap Kei sekali lagi dengan nada lembut seperti biasanya.
Ken mencoba membuka matanya dan menyesuaikan pencahayaan yang ada.yang pertama ken lihat adalah wajah kei sang istri sedang tersenyum kepadanya. Ken yang melihat itu pun tertegun. Kenapa begitu nyaman batin nya
"Pindah kasur aja tidurnya," ucap Kei di balas anggukan Ken. Kei menutupi setengah gorden biar tidak mengganggu tidur Ken.
Kei pun ingin beranjak keluar untuk membuat sarapan. Sebelum membuka pintu ada suara yang menghentikannya "Mau kemana?" Tanya Ken dengan suara serak nya.
"Mau ke dapur bantu mommy buat sarapan dulu kalau udah selesai nanti aku panggil," ucap Kei tersenyum. Entah kenapa ketika ia mendengar itu perasaan menjadi hangat,ia tidak terlalu mengerti.
"Hm," dehem ken. Kei yang mendengar itu pun langsung keluar menuju dapur.kalau kalian bertanya mengapa Kei dan Ken nggak sekolah?jawabannya mereka nikah di hari sabtu otomatis hari ini minggu.
Kei telah sampai di dapur tidak menemukan sang mommy. Ia bertemu dengan asisten rumah saja.
"Selamat pagi bik," sapa Kei dengan ramah.
"Pagi non," balas sang bibi.
"Mau masak apa biK biar Kei bantu?" tanya Kei.
"Nasi goreng non untuk sarapan paginya," jawab sang bibi.
"Kei aja yang masak ya bik," ucap Kei.
"Nggak usah non bibik aja," balas bibik tidak enak.
"Udah bangun sayang?" tiba tiba sang mommy sudah berada di dapur.
"Yah mom,pagi mom," ucap Kei tersenyum.
"Pagi dear," balas sang mommy.
"Bik biar aku sama Kei aja yang masak sarapan pagi nya bibik kerjakan yang lain aja yah," ucap mommy
"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi." pamit sang bibik di balas anggukan dan senyum dari Kei dan mommy.
"Mau masak apa mom sarapannya?" Tanya Kei.
"Masak nasgor aja sayang," balas chalisa.
"Ayok Kei bantu mom,"ucap Kei semangat. Chalisa pun terkekeh melihat antusias sang menantu.
Tidak lama kemudian nasi goreng pun sudah jadi. Di susul kedatangan Arsen dan Ken ke meja makan. Ntah mengapa mereka berdua kompak datang nya.
"Wah keliatan nya sangat enak," ujar daddy semangat.
"Tentu saja aku dan putriku yang memasaknya." bangga mommy. Aku hanya terkekeh mendengarnya.
Aku sedang membuat sadwich untuk ku sarapan karena aku tidak terbiasa makan nasi di pagi hari.
Setelah semuanya sudah siap di meja kami pun mulai menyantap sarapan. "Ken kamu mau sarapan nasi goreng apa sadwich?" tanya ku kepada Ken.
Papa bilang melayani suami sarapan itu adalah kewajiban. Jadi aku berusaha melakukan tugasku sebagai seorang istri.
"Sadwich," balas Ken datar.aku pun mengangguk dan mengambil sadwich untuknya.
Mommy dan daddy yang melihat itupun tersenyum bahagia. Kami pun sarapan dengan tenang.
"Dad mom aku ingin mengajak Kei untuk tinggal di apartemen ku,"ujar Ken dingin.Aku dan mommy terkejut mendengarnya.
"Kenapa harus tinggal di apartemen kenapa tidak di sini saja?" Tanya Chalisa Cepat
"'Mom aku ingin hidup mandiri bersama istriku," balas Ken lembut seolah memberi pengertian kepada sang mommy.
Aku yang mendengar ucapan Ken pun tersenyum. Aku sudah menjadi istrinya mengikuti keinginan nya merupakan kewajiban ku.
"Tapi"
"Sayang biarkan mereka mandiri mereka harus belajar dalam mengurus rumah tangga tanpa campur tangan kita," Arsen segera memotong kalimat istrinya, berusaha memberi pengertian kepada sang istri
Mommy menghela nafas dan tersenyum. "Mommy izinin asal kamu jaga istri kamu Ken, jangan sering tinggalin dia nongkrong, jangan main kasar sama istri, dan sering-sering main ke sini kalau nggak apartemen kamu mommy bakar." ancam sang mommy
Ken mengangguk malas. "Mommy serius Ken!" tegas Chalisa.
"Iya mom Ken janji," balas Ken tak kalah tegas.
"Sayang kalau Ken nyakitin kamu bilang sama mommy yah biar mommy potong masa depannya," ucap mom dengan smirk nya
Ken dan daddy yang mendengar itu bergidik ngeri. Kei berusaha menahan tawanya. "Iya mommy," balas Kei lembut memeluk sang mommy.
"Nanti Kei sering main ke sini kok mom," ujar Kei tersenyum meyakinkan.
Mommy pun mengangguk lega.biarlh nanti ia juga berkunjung ke apartemen sang anak untuk melihat keadaan mereka sesekali.