PART 9

938 Kata
Hari yang ditunggu oleh keluarga PRATAMA dan SKY telah tiba. Yah hari pernikahan Keisya Queenzy dan Keenandra Arion.  Sekarang Keisya sedang di make up oleh tante dari Keenan adik dari Arsen, Tante Ariel yang merupakan seorang MUA terkenal. "Astaga kamu cantik banget sayang padahal belum tante make up in,"puji tante Ariel. "Makasih tante," balas Kei dengan senyuman. KEISYA POV "Sekarang kita pakai baju kebaya nya yah sayang," ucap tante Ariel Setelah selesai memake up Kei. Aku hanya ngangguk dan mengikuti intruksi tante Ariel. Setelah memakai kebaya tersebut tante Ariel merapikan rambutku. "WAW ini sempurna sayang,"puji tante Ariel untuk kesekian kalinya. "Itu berkat tante, makasih tante," ucap ku. Sungguh sekarang aku sangat Gugup. Pernikahan kami hanya di hadiri keluarga terdekat saja. Untuk para sahabat ku maupun Ken tidak ada yang mengetahuinya. Aku dan Ken tidak ada niat untuk menyembunyikannya tapi biarlah waktu yang menjawab semua keadaan ini kepada mereka. Aku belum pernah bertemu dengan Ken satelah kami pergi sekolah bersama kemarin. Sungguh aku sangat lemas tangan ku pun sangat dingin. "Rileks sayang semua akan baik-baik saja,"ujar tante Ariel. Yah sekarang aku berada di kamar bersama tante Ariel dan putra nya berumur 3 tahun yang sedang bermain. Huh di depan ku ada layar monitor yang menampilkan papa dan keluarga SKY dan jangan lupakan Keenan yang sedang berhadapan dengan papa dan penghulu. Wajahnya sangat tenang apakah dia tidak gugup? Ah mungkin aku saja yang benar-benar gugup. *** "Saya Nikahkan Dan Kawinkan engkau KEENANDRA ARION SKY dengan anak saya KEISYA QUEENZY PRATAMA dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas 30 gram di bayar TUNAI." "Saya terima nikah dan kawinnya KEISYA QUEENZY PRATAMA dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." "bagaimana saksi sah?" "SAH" Saat itulah air mata Keisya luruh. Sekarang dirinya bukan lagi seorang remaja tapi ia sudah merangkap sebagai istri dari seorang Keenandra Arion Sky. "Selamat sayang," ucap tante Ariel yang langsung memeluk ku. "Terima kasih tante," ucap ku serak dan membalas pelukannya. Seketika pintu kamar terbuka menampilkan mommy dan mami. Mereka berdua langsung memeluk ku haru. "Jangan nangis dong menantu mommy nanti make up nya luntur, haduh ini mau luntur," panik mommy. Tante Ariel segera memperbaiki sedikit riasan ku. Aku hanya terkekeh. Setelah make up ku sudah rapi kembali mommmy dan mami langsung menggandeng ku keluar menuju ruang ijab kabul. Ada mommy di sebelah kiri ku dan mami sebelah kanan ku. Oh ya yang belum kenal dengan yang ku panggil mami itu adalah istri tangan kanan papa yang sudah ku anggap seperti papi dan mami ku sendiri. Mereka pun sangat bahagia ketika aku memanggil mereka dengan sebutan papi Gara dan mami Nathalie. Ketika aku sampai pada ruangan di mana aku di sahkan menjadi seorang istri, mereka semua Menoleh ke arah ku. Aku terus saja menunduk. Mommy menuntun ku untuk duduk di sebelah Keenan yang sudah menjadi suami ku. "Nah sekarang nak Keenan silahkan cium kening istrinya" Perlahan tapi pasti Keenan mendaratkan bibirnya di kening ku. Aku merasakan kecupan di kening yang tiba-tiba membuat jantung ku berdetak dua kali lebih cepat. Semoga saja ken tidak mendengarkannya. "Dan sekarang Keisya cium tangan Keenan sayang," ucap sang mommy. Kei meraih tangan Keenan lalu di ciumnya, air mata nya luruh begitu saja mengenai tangan Ken. Ken yang tau itupun mengusap kepala Kei dengan lembut. "Jangan menangis," ujar Ken lembut di balas anggukan sang istri. Para anggota keluarga pun tersenyum melihatnya. Bara merasa lega ia segera menghapus air mata nya yang turun begitu saja. Putrinya sudah menjadi milik suaminya sekarang.                                          *** Setelah acara ijab kabul semua anggota keluarga pun sudah pulang ke rumah maisng-masing hanya tersisa Bara, Arsen ,Chaalisa, papi Gara, dan mami Nathalie. "Selamat yah sayang," ucap mami Nathalie memeluk Kei yang ia sudah anggap seperti anaknya sendiri. "makasih papi dan mami yang sudah mau datang ke pernikahan Kei," ucap Kei serak karena masih di liputi kesedihan. "Iya princess," balas mami dan papi. "Pa, papa berangkat nya lusa kan?" tanya Kei. "Maaf sayang papa harus berangkat malam ini bersama Gara dan Nathalie," lirih Bara. Ia harus meninggalkan putrinya namun ia lega meninggalkan sang anak dengan orang yang tepat. Kei yang mendengar itupun kaget "Pa, papa harus istirahat nanti papa capek bisa demam," ucap Kei khawatir, apakah secepat ini papa nya pergi. Kei memeluk erat Bara. "Maaf sayang tapi papa benar-benar harus berangkat, papa janji jaga kesehatan sering-sering kasih kabar sama princess yah. Udah dong nangisnya nggak malu sama suami kamu," ujar sang papa dengan menggoda. "Kei nggak peduli pa ih, janji pah yah jaga kesehatan dan sering kabarin Kei hiks,"ucap Kei tersedu. "Papi jaga papa yah kalo papa bandel tampol aja nggak apa-apa kok pi,"sambung Kei polos. "Mana berani papi Kei," gumam Gara membuat yang lain nya terkekeh. "Ken papa titip putri papa yah jaga dia, jangan sakitin dia satu satunya yang papa milikin dan jangan di bentak atau main kasar hatinya terlalu lembut. Cukup di tegur insaallah Kei dengar," peringat sang papa malah membuat sang putri terisak kuat di pelukan nya "Udah jadi kewajiban Ken pa. Ken tidak akan melakukan itu terhadap istri sendiri pa." tegas Keenan. "Ar chal aku titip keisya yah jaga dia, nasehat dia kalo dia salah," sambung Bara kepada Arsen dan Challisa. "Kamu tenang aja Bar Kei udah aku anggap putri aku sendiri dari dulu,"ujar sang mommy. Bara tersenyum lega. "Ingat kata-kata Kei loh pa,"peringat Kei. "Sure princess," balas Bara "Papa berangkat yah sayang," di balas anggukan dari sang putri. Di kecupnya kening sang putri dengan sayang setelah itu mereka pergi. "Hati-hati papa,papi,mami," ucap Kei. Di balas senyum oleh mereka bertiga. "Bawa Kei ke kamar Ken untuk istirahat," ucap mommy di balas anggukan sang putra. "Ayokkk,"ujar Ken dan Kei hanya mengikuti saja karena tubuh nya sangat lelah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN