Keisya baru saja keluar dari kamar nya. Ia tengah menuruni tangga, saat sampai di meja makan ia melihat dua lelaki sedang asik berbincang.
Salah satunya sang papa dan satunya siapa lagi kalu bukan Keenan. Kei pun bingung ngapain Keenan datang ke rumahnya sepagi ini. Di lihat dari tampang nya Keenan jauh di katakan anak rajin.
"Sayang ngapain bengong di sana ayok sarapan nanti telat," ucap Bara.
"Ah iya pa," balas Kei. Kei hanya sarapan dengan roti karena ia tidak terbiasa dengan sarapan nasi. Ken pun perlahan paham kebiasaan cewek itu.
Setelah sarapan Kei pergi menyiapkan sadwich untuk bekal nya di sekolah. "Papa pengen bawa bekal nggak hari ini?" tanya Kei.
"Nggak usah nanti papa makan di luar aja," jawab Bara.
"Ingat pa. Papa nggak boleh makan pedas sama asam. Ini Kei masukin sadwich buat ngaganjal perut di kantor nanti. "peringat Kei dan tak terbantahkan.
"Iya sayang," jawab Bara.
"Keenan mau di buatin bekal?"tanya Kei.
Bara yang mendengar itu pun tersenyum. Keenan menggeleng tanda tidak perlu. Hitung hitung ia belajar menjadi seoarang istri batin Kei. Kei mengangguk.
"Ken papa titip Kei yah dia orangnya jarang berinteraksi dengan orang luar. Dia jarang makan di kantin ia selalu bawa bekal. Kei nggak bisa makan pedas dan Kei punya maag papa takut ia lupa sarapan tolong ingatkan ya,"ucap Bara kepada Keenan.
"Iya pa. Ken akan jaga Kei sebisa Ken," balas Ken mantap. Bara pun tersenyum Sebentar lagi putrinya akan menjadi seorang istri.
FLASHBACK ON
"Jadi kapan pernikahan mereka akan di laksanakan?"tanya Arsen.
"Bagaimana 3 hari lagi?" tanya Bara. Kei dan Keenan pun terkejut mendengarnya bukankah itu sebentar lagi.
"Pa bukannya itu kecepatan yah," ujar Kei pelan tapi masih di dengar semuanya. Ken mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan Keisya.
"Lebih cepat lebih baik sayang papa akan berangkat 4 hari lagi," ucap Bara memberi pengertian kepada sang putri. Kei yang mendengar itupun mematung secepat ini ia harus berpisah dengan sang papa. Kei menunduk menutup wajahnya, ia menangis. Chaalisa tidak tega,pasti berat bagi Kei berpisah dengan Bara ia langsung memeluk calon menantunya itu.
"Hikss hikss jika itu terbaik hiks Kei terima pa hiks," ucap Kei tersedu. Keenan pun menghela napas ia sudah menerima perjodohan ini berarti ia siap nerima resiko apapun itu.
FLASHBACK OFF
Sekarang Ken dan Kei siap untuk berangkat sekolah bersama tapi tidak dengan kendaraan yang sama.
Kei akan membawa mobil jazz putihnya dan Ken tetap memakai motor sport nya. Keenan akan mengawasi Kei dari belakang. Kei sudah mengatakan itu tidak perlu tapi dua lelaki itu tetap tidak ingin di bantah, Kei hanya pasrah.
"kalau gitu Kei sama Ken berangkat yah pah," ujar Kei di balas anggukan sang papa. Setelah itu mereka salim dengan Bara.
"Hati hati Ken," ujar Kei lembut yang sudah berada di dalam mobil. Dan hanya di balas deheman Ken dengan tampang datarnya. Kei tersenyum maklum.
Setelah sampai di parkiran sky high school, Kei turun dari mobilnya dan langsung ke kelas. sebelum itu Kei menatap Keenan seoalah berkata "gue duluan" sambil tersenyum dan di balas anggukan singkat dari Keenan.
Mereka sudah sepakat bahwa mereka akan bersikap seolah olah tidak saling mengenal. Keenan hanya takut Kei bakal di bully oleh Fanny cewek yang terobsesi sama dia tapi Ken tidak pernah peduli terhadap Fanny.
Ken juga khawatir kalau di sekolah ini bakal ada mata-mata dari musuh deathroid dan mengetahui hubungannya dengan Kei, dan menjadikan Kei sebagai kelemahannya. Ntahlah mengapa Ken sangat khawatir. Ken berusaha menyangkal hal yang janggal terhadap dirinya itu hanya rasa tanggung jawab ia kepada papa Bara karena sudah menitipkan sang putri untuk ia jaga.
"Woii boss tumben datengnya pagi amat? Kesambet setan di jalan mana nih?" tanya Dion heran.
Biasanya Ken datang 7 menit sebelum bel masuk dan sekarang maasih ada waktu 20 menit bel masuk. Sahabatnya yang lain pun sama bingung nya seperti Dion.
"WOIIII KEN LU BENERAN KESAMBET SETAN? " teriak panik Dion lagi, karena daritadi Ken malah bengong.
Ken yang mendengar teriakan Dion pun tersentak dan langsung menatap tajam Dion. Dion yang di tatap seperti itu pun ngeri dan malah semakin yakin kalau Ken kesurupan.
"Vin, Nath cepat ambil air si Ken beneran keserupan cepat." panik Dion.
Dan Gavin dengan polosnya ngambil botol minum adik kelas yang baru saja lewat.
"Minjam bentar yah dek nanti botol nya kakak balikin," seru Gavin sopan di balas raut bingung dan anggukan sih adek kelas.
"Nih yon airnya cepett kasihan setan nya pasti dingin berada di tubuh Ken," ucap Gavin dengan polosnya.
Botol tersebut langsung di terima Dion dengan cepat membuka tutup botolnya "Allahuma bariklana fima." doa tersebut di potong cepat oleh Gavin.
"b**o itu doa makan Dionnnnnn b**o banget sih." kesal Gavin.
"Oh iya," balas Dion. Dion kembali menatap air yang di dalam botol dan langsung.
"Allahu la illaha illa huw al-hayyul qayum," Ucap Dion.
"Ngapain sih yon?" bingung Nathan.
Dion yang lagi-lagi bacaannya di potong oleh Nathan pun geram karena ia tiba-tiba lupa bacaannya. "Bodo amat yang penting niat dan setan tu keluar," batin Dion.
Langsung saja Dion meminum airnya dan di tahan di dalam mulutnya. Nathan yang melihat itu bingung. Aksa hanya bisa terkekeh melihat kelakuan absurd sahabatnya itu.Gavin masih dengan muka panik dan polosnya menunggu yang di lakukan Dion.
Ken yang tau apa yang akan di lakukan sahabat gilanya pun langsung wapada dan menatap tajam Dion. Dion malah yakin kalau itu setan yang ada di dalam tubuh Ken dia harus cepat.
Ketika ingin menyembur tu air ke muka Ken
"Lo sembur ke gua masa depan lo gua potong." ancam Ken tajam.
Dan Dion pun langsung menyembur tu air ke samping kananya lebih tepatnya ke muka Gavin. Poor Gavin:(((
"Lah kok ke gue sih yon setannya kan ada di Keenan?" tanya Gavin dengan tampang begonya.
"Setan nya udah pindah ke tubuh lo Vin," jawab Dion cepat dan gugup.
"Masa sih?" bingung Gavin.
"t***l"
"Bodoh"
"b**o" batin Ken, Aksa dan Nathan. Dion hanya meringis.
"Eh." Gavin sadar dia telah di kerjain oleh Dion anjinggg.
"ANJINGGGG BANGET LO YON LO NGERJAIN GUA b*****t DIONNNN SINI LO." murka Gavin yang sudah mengejar Dion yang sudah kabur sepanjang koridor.
Nathan udah terbahak bahak melihat kelakuan mereka berdua. Ken dan Aksa hanya terkekeh "Mimpi apa punya sahabat kayak mereka berdua," batin mereka bertiga.
Mereka segera pergi untuk menyusul dua curut itu buat nonton baku hantam gratis. Hm kapan lagi ye kan