Aku merapikan penampilan terakhirku, sambil memeriksa dokumen yang harus kubawa untuk bertemu Anna.
"Josh, kau bisa menjemputku di Shard jam 3 sore?" Aku akan bertemu Anna di Aqua The Shard, Southwark London sekitar jam satu, sebelumnya aku harus ke kantor untuk konsultasi junior partner, aku memang menghindari bertemu Anna di Mansionnya agar tak bertemu Lionel.
Aku berjalan ke ruang tengah, Josh tampaknya juga sedang bersiap-siap tadi, dia juga harus ke kantor untuk konsultasi junior partner.
"Josh, kau sudah siap?" Aku melihat Josh berdiri mematung di pintu. Ada seseorang datang?
"Siapa itu?" Bukankah ini suara Sarah, Ibu Josh?! Apa! Aku tak bisa bergerak dari tempatku dan Sarah masuk bersama Susan.
"Nyonya Sarah ... " dia terkejut melihatku seperti aku terkejut melihatnya.
"Jadi kalian tinggal bersama?!" Aku memandang Josh dengan takut. Dia datang dan memegang tanganku.
"Kami memang tinggal bersama, ..." aku melihatnya memandang Ibunya, kenapa dia mengakuinya. Kami harusnya hanya bilang kami berteman.
"Dan kami memang saling mencintai Mom, kau harusnya tahu sejak aku membawanya ke Paris. Ini kenyataan yang tidak bisa didebat."
Susan dengan dramatis memulai dramanya, dia benar-benar menangis, kali ini sambil memeluk Sarah.
"Kau dan Susan masih berhubungan sebelumnya?! Apa yang kau lakukan!"
"Mom, aku dan Susan sudah putus sejak lama kau tahu itu, tak mungkin aku berjalan dengannya lagi."
"Kau tahu siapa wanita itu, dia pengacara perceraian! Kau berani menikah dengannya, wanita pengeruk harta di seluruh negeri ini menggunakan jasanya untuk merebut harta mantan suami mereka, kau buta! Kau pikir dia tidak bisa melakukan hal yang sama padamu! Dia bahkan tidak punya seorang Ayah!" Hawa dingin menjalar di punggungku saat Sarah mengatakan itu sambil menunjuk ke wajahku, aku hanya bisa diam menerima perkataan Ibu Joshua. Mataku memanas dengan cepat.
"Aku pergi Josh... " Aku tidak bisa lagi menerima kata-kata tuduhan itu. Di satu titik aku tidak bisa membalasnya karena dia Ibu Josh.
"Dia bahkan berdiri di kakinya sendiri dari umur 18 tahun Ibu. Kau tak punya hak mengatakan hal yang tidak kau tahu. Kau tahu bahkan mungkin dia punya penghasilan lebih besar dariku di bidang hukum. Dia tidak perlu harta dariku, bahkan satu sen pun." Josh memegang erat tanganku. Sementara air mataku sudah menetes, aku memalingkan mukaku dan menghapus air mataku.
"Ayo kita pergi Charlotte, ... kami punya perkerjaan untuk dibereskan. Sihlakan anggap rumahmu sendiri Mom." Josh menarik tanganku, menggambil tasnya dan menarikku yang masih terisak pergi keluar.
Kami berjalan ke lift dengan cepat. Josh tidak bicara apapun. Saat sampai didepan pintu lift , dengan cepat dia merangkulku. Mencium keningku.
"Maafkan aku, kau harusnya tidak perlu mendengar perkataan seperti itu... " Aku berusaha keras mengendalikan tangisku.
Lift berdenting terbuka. Dia menarikku masuk. Kali ini dia memelukku dengan erat.
"Maafkan aku Charlotte, aku berjanji akan membereskan ini. Just stay with me."
"Ibumu membenciku.... "
"No no no ... dia hanya belum mengenalmu aku berjanji aku akan membuatnya mengerti, beri aku waktu. Just stay with me. Please don't cry honey. I'm really sorry ... please don't cry." Josh berkali-kali berbisik meminta maaf padaku, sambil memelukku. Bukannya tambah tenang aku malah tambah menangis. Dia menghentikan lift khusus penthouse itu hanya untuk menenangkanku.
"Aku hanya tidak bisa bertemu dengan Ibumu lagi Josh, Sudan mungkin akan membawanya lagi, akan terus menekanku sampai berhasil. Atau mungkin satu saat dia akan ke kantorku bersama Susan dan memintaku meninggalkanmu."
"Jangan temui dia, atau Susan. Acuhkan mereka... Kau hanya perlu melihatku, dan tetap bersamaku, sampai aku membereskan semuanya. Okay?" Aku cuma mengangguk, aku akan menuruti permintaannya karena aku juga tak sanggup jika diminta harus meninggalkannya.
"Baiklah, lupakan apa yang kau dengar. Itu karena Susan sudah mempengaruhi Ibuku, aku akan mencari cara melepaskan Ibuku dari pengaruh wanita manipulatif itu, termasuk menggunakan bantuan kakak-kakakku, mereka juga tidak menyukai Susan, kau tak usah kuatir, kau juga punya tim pendukung. " Aku tertawa, sepertinya dia cuma menghiburku.
"Kau bercanda, mereka baru sekali bertemu denganku..."
"Aku tak bercanda, aku bahkan bisa menelepon kakak perempuanku dan ipar-iparku sekarang. Mereka ada dibelakang kita... " Aku tersenyum lebar, dia berusaha sungguh-sungguh membuatku lebih baik.
"Baiklah.Aku percaya padamu..."
"That's my girls. Jangan biarkan mereka mempengaruhi apapun ... jangan biarkan Susan menang. Oke!"
Aku mengangguk. Josh tersenyum.
"Kita punya banyak perkerjaan, jangan biarkan mereka mempengaruhi kita. Ini akhir pekan kita... Kita berangkat?"
"Kita berangkat!"
-------- ----------
Anna tertegun melihat apa yang kubawa kedepannya. Dia berkali-kali melihat foto Lionel bersama para wanita cantik itu.
Lama dia terdiam di depanku.
"Charlotte, apa Alan menyuruhmu menyuruhmu memberikan ini padaku?"
"Nyonya Anna, aku melindungi kepentingan klienku. Memang benar dia datang dengan foto salah satu wanita ini. Aku menugaskan orangku untuk memgkonfirmasi semua ini. Tapi sisanya aku yang menggali sendiri, dan tentang dia sebagai salah satu pemain dibalik Soho dan beberapa klub malam besar, lady esscort, aku yang menemukannya, pihak Tuan Alan sama sekali tak mengetahuinya. Aku tak tahu apa yang direncanakan Lionel padamu, tapi aku akan melindungi kepentinganmu dan berharap kau tidak terlibat masalah dengannya. Dan masalah perceraianmu dengan Tuan Alan, apapun yang kau putuskan aku akan mendukungmu..."
"Ini sangat tidak bisa dipercaya Charlotte, kupikir dia selama ini tulus padaku ... Aku tidak akan pernah memaafkannya." Aku menggangguk.
"Kadang kita tak pernah tahu apa dan bagaimana manusia Nyonya, kita tak bisa mempercayai mereka sepenuhnya."
"Aku perlu waktu untuk berpikir Charlotte...Semua ini sangat tak terduga." Dia masih menatap foto-foto didepannya.
"Tentu Nyonya, kau punya banyak waktu memutuskan Nyonya, bicaralah dengan anak-anakmu. Aku memang pengacara perceraian, tapi aku tak akan mendorongmu melaluinya. Kurasa jika kau ingin melalui ini didepan, ini hanya membuang energi, perasaan dan waktumu. Tapi semuanya tergantung padamu... Apapun yang kau putuskan aku akan tetap berada dibelakangmu." Aku mengusap punggungnya, aku menghormati Anna yang sudah bertahan untuk anak-anaknya dan sudah mengorbankan perasaannya sendiri. Kupikir di akhir usianya dia berhak untuk bahagia dengan dirinya sendiri.
"Kau punya hati yang baik Charlotte, aku beruntung bertemu pengacara seperti kau. Terima kasih untuk semua saranmu dan semua usahamu membongkar ini... Aku akan mempertimbangkan perkataanmu."
Pertemuanku dengan Anna berakhir. Aku masih duduk disana dan menunggu Josh menjemputku. Aku ingin menelepon Ethan.
"Charlotte, kejutan kau meneleponku..."
"Aku sudah bicara dengan Anna dan menyelesaikan penyelidikanku, kurasa kau akan menerima tagihannya dikirim padamu dalam waktu dekat ... "
"Oh begitukah, aku bisa tahu apa hasil penyelidikanmu. Terakhir kau menyebutkan indikasi Lionel terlibat jaringan kejahatan..."
"Kau benar, tapi kau tak bisa menyampaikannya ke Tuan Alan Bowen. Jika dia tahu mungkin Anna akan menyangkanya yang membayarku....Dan akan memanaskan situasi yang mungkin sekarang sudah dingin."
"Baiklah, setuju, alasanmu masuk akal..."
"Lionel McIlroy terlibat Soho Walk, investasi di beberapa klub malam dan exclusive lady esscort..."
"s**t! Are you sure Charlotte. That oldman?! That oldman is somekind of a prostitutes mafia!? That horribly shocking. That grandpa?! Jesus!** " Aku tertawa mendengar Ethan menyumpah panjang pendek.
"Penyelidikku memberikan buktinya padaku. Dan ya dia 100% yakin atas apa yang dia temukan."
"Aku tidak bisa bicara apapun, benar-benar mengejutkan. Tapi terima kasih untuk semua yang kau lakukan."
"Untuk apa?"
"Kau bersedia mendinginkan suasana dan memberi pertimbangan ke Anna. Aku menghargai kau tidak mengejar jumlah yang mungkin begitu besar jika terjadi persidangan."
"Well, aku melihat Anna adalah wanita tangguh Ethan, aku tak mau dia mengambil keputusan yang salah. Kalian seharusnya bisa sedikit mendorongnya... " Ethan diam sebentar. Tampaknya dia tidak paham apa maksudku dengan mendorong.
"Maksudmu dengan mendorong? Aku mungkin punya pikiran terbatas sebagai pria, kau pernah menyebut "venus dan mars" yang benar-benar tidak kupahami...Dan ya kami berusaha memahami apa yang diinginkan para wanita dan biasanya berujung kesalahpahaman..." Aku menyeringai lebar.
"Jika Tuan Alan berkeras tidak mau bercerai, bukankah lebih baik dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh, dan Anna berhak mendapatkan permintaan maaf yang selayaknya. Mungkin mereka bisa memperbaiki lagi hubungan mereka, mereka berdua berhak bahagia..." Aku bersungguh sungguh atas harapanku. Segala macam drama cinta yang terjadi belakangan ini mengubahku sepenuhnya.
"Bolehkah kau melanjutkan apa yang ada dipikiranmu ... Please Charlotte, aku pria yang payah dalam hal ini, dan kau punya sudut pandang wanita. Menurutmu bagaimana cara meminta maaf yang layak ... tolong beritahu aku, aku mohon padamu."
"My idea worth 10 hours of consultation..." Ethan tertawa keras diujung sana, sebelum dia melanjutkan.
"Jika idemu berhasil aku akan berusaha melipat gandakan permintaanmu ... I promise, no ...I swear to make it happen, so spit it out baby ...come on." Sekarang giliranku tertawa.
"Well, okay... tapi ini tergantung pada Tuan Alan sendiri, jika dia bersedia, mungkin ... melamar ulang istrinya, mengatakan penghargaan padanya dan meminta maaf padanya di tempat dia melamarnya dulu, entahlah atau disebuah makan malam romantis disaksikan anak-anaknya yang juga memeluk Ibunya... kurasa itu akan berhasil, ...." diam disana lama, sampai aku melihat kembali ponselku untuk meyakinkan Ethan masih disana.
"Kau masih disana Ethan?"
"You're brilliant, that is brilliant idea. Aku akan membicarakan ini dengan anak-anaknya. Mereka harus mendorong ini terjadi. You're the best Charlotte, terima kasih sudah mengatakan ini."
" I really hope it's working. Anna deserve it, she have been through the worst for his family Ethan. She deserves to be loving again." **
"You such an angel babe." Aku tertawa. "Aku akan mengusahakan terbaik dengan bagian Marsku, terima kasih ..."
"Baiklah, aku masih ada pekerjaan. Aku harap kau berhasil mengusahakan bagianmu Ethan."
"Let's hope the best then. See you Charlotte."
"See you Ethan."
Aku berharap yang terbaik untuk Anna. Semoga keajaiban terjadi untuk mereka.
Seperti aku berharap keajaiban terjadi pada hubunganku dan Josh.
--------------
●Shit! Are you sure Charlotte. That oldman?! That oldman is somekind of a prostitutes mafia!? That horribly shocking. That grandpa?! Jesus!
Shit! Apa kau yakin Charlotte . Orang tua itu? Orang tua itu adalah semacam mafia prostitusi?! Itu menakutkan ? Kakek itu ?! Jesus!
● I really hope it's working. Anna deserve it, she have been through the worst for his family Ethan. She deserves to be loving again." **
Aku sungguh berharap itu akan berhasil. Anna berhak untuk itu, dia sudah melalui yang terburuk untuk keluarganya Ethan. Dia berhak untuk dicintai lagi.