Aku benci semua persoalan cinta. Josh langsung meneleponku tak lama setelah Susan pergi, aku mengatakan semua yang Susan katakan dan dia diam cukup lama sebelum meyakinkanku bahwa Susan tak akan mempengaruhi hubungan kami.
Sejujurnya aku tahu dia tak yakin. Dan wanita itu tampaknya akan melakukan apapun untuk melaksanakan ancamannya, membawa ini lebih jauh ke perang dan drama antar keluarga.
This Knightley and Menard things make me drowning. Konsentrasi kerjaku terganggu sepenuhnya dan sepanjang sisa hari itu aku sama sekali tak bisa berpikir.
"Charlotte, kau baik-baik saja?" Elly sedang membacakan beberapa review kasus yang harus kami bahas di rapat junior partner besok, tapi pikiranku melayang kemana-mana.
"Sorry Elly, aku benar-benar tak bisa melakukan saat ini, pikiranku penuh, kita akan membahasnya langsung besok di meeting dengan Junior partner..."
"Baiklah, dan Robert bilang dia sudah menyelesaikan laporan yang kau minta soal Lionel..."
"Benarkah... Baiklah, kau bisa memintanya kesini, Anna mungkin akan kembali dari Paris dalam beberapa hari ini."
Aku ingin mendapatkan laporannya segera, bagaimanapun hasil laporan ini sangat penting.
Tak lama Robert datang dan giliranku tercengang tentang hasil investigasinya.
"Kau yakin akan ini Robert?" Dua minggu adalah waktu yang panjang untuk sebuah penyelidikan dan hasilnya sama sekali diluar dugaan.
"Absolutely 100%, you have the godfather of Soho walk-up, many clubs and exclusive lady esscort in your hand!" Ditanganku ada sekumpulan dokumen dan photo sebuah klub terkenal di LA, dan beberapa foto dia bersama beberapa wanita.
-------------- ●●●● Dari penulis ●●●●------------*Godfather of Soho walk-up : Soho walk-up adalah daerah Soho yg terkenal sebagai red district di London dulunya. Sejak undang undang rumah bordil terlarang, maka daerah Soho berubah fungsi, walaupun tetap ada yang menjual s*x disana tapi mungkin disamarkan seperti massage parlour ( tempat pijat) atau klub.
Paying for s*x is legal di UK, tapi mempunyai tempat pelacuran atau bisnis prostitusi adalah illegal. Jadi Soho walk-up adalah semacam bangunan (biasanya diatas sebuah toko) yang diisi oleh satu sampai tiga pekerja s*x, biasanya ditandai dengan kata "model" seperti digambar. Orang yang hendak mengadakan transaksi harus berjalan sendiri ke dalam dan didalam sana ada semacam maid yang mengatur apa pekerjanya bisa melakukan transaksi.
Ini tidak diindikasikan sebagai rumah bordil ( karena UK mengindikasikan rumah bordir jika terdapat 2 orang atau lebih yg bekerja didalamnya ) jadi kalo satu itu legal, dia jualan s*x sendiri gitu maksudnya walaupun prateknya satu bangunan itu kadang ada 2 atau 3 orang. Dan seperti biasa polisi korup melindungi operasi seperti itu.
● lady escorts : penyedia jasa layanan wanita panggilan via online dan telepon
----------- ●●●●---------
Apapun yang dia mainkan dengan Anna adalah permainan berbahaya. Dia tampaknya tahu tipikal suami Anna yang berkeras tidak akan melepas Anna dan mendorong Anna untuk mengejar 50% perebutan harta kekayaan pernikahan.
"Kau harus berhati-hati Nona Charlotte, orang seperti dia bisa menyebabkan masalah untukmu jika tahu kau adalah orang yang membuka indentitasnya."
"Aku akan berhati-hati Robert, tapi Anna Bowen harus tahu ini sebelum dia memutuskan melanjutkan hubungannya lebih lanjut."
"Kalau begitu tugasku di kasus ini selesai, ada lagi yang kau perlukan Charlotte?"
"Tidak, aku akan menyimpan semua dokumen ini untuk ke klien. Thanks Robert..."
Aku akan bertemu Anna secepatnya setelah dia berada si London.
---------- -----------
Joshua kembali ke London tiga hari kemudian, aku banyak berpikir tentang hubungan kami saat dia di Dublin. Aku ke apartmentnya saat dia kembali, dia telah memberiku kunci apartmentnya beberapa saat sebelum dia pergi ke Dublin.
Dia langsung menghempaskan dirinya ke sofa saat dia datang.
"Kasus berat?" Aku memijat pundaknya. Dia menarikku duduk dipangkuannya.
"Hmm seperti biasa, banyak yang harus dipikirkan, ... aku merindukanmu...." Aku tersenyum, menangkap wajahnya dan memberinya ciuman singkat.
"Aku juga merindukanmu... " kami hanya saling menatap, saling memeluk dan terasa begitu tenang beberapa saat.
"Kau bekerja besok?" Josh bertanya padaku. Besok adalah akhir pekan, tapi seringkali jika kami punya sidang kami harus masuk ke kantor. Jam kerja kami tidak pasti.
"Aku hanya harus bertemu Anna Bowen siang hari, kau bekerja?"
"Aku bertemu junior partner untuk briefing kasus... " dia menghela napas sebelum melanjutkan.
"Kau tahu, sejak kau menerimaku, aku selalu berpikir, sesibuk apapun aku, aku akan selalu pulang dan bertemu denganmu, seperti aku punya entahlah ... seseorang yang menungguku di rumah." Aku tersenyum, itu kalimat yang manis.
"Dan aku berpikir kau bahwa aku punya teman yang selalu sabar mendengarku, dan seseorang aku percayai..."
"Maaf, kau harus bertemu dengan Susan sendiri, tak usah perdulikan dia. Dia tidak punya hak untuk mengatakan apapun tentang kau dan aku. Aku akan mengurus ini dengan hati-hati, ... yang aku minta hanya satu, tetaplah disampingku. Bisakah aku meminta itu?" Entah kenapa mendengarnya bicara, semua perasaan kuatirku menguap, dia selalu berusaha bersikap tenang menghadapi apapun.
"Josh, aku tidak yakin bisa berhadapan lagi dengan keluargamu saat ini, bisakah kita membuat ini antara kita. Maksudku untuk sementara didepan orang lain kita hanya teman, tapi kau tahu kita bisa memiliki satu sama lain..."
"Untuk sementara ini sampai semuanya selesai, apapun asal aku dan kau tetap bersama."
"Josh, apa kau dan Susan dijodohkan dari kecil seperti yang dia bilang?"
"Perjodohan itu hanya ucapan spontan orang tua kami, aku dan dia teman masa kecil, kami sempat pacaran dan hampir menikah tiga tahun yang lalu, tapi kemudian dia menemui seseorang pria yang lain. Aku melepasnya, karena dia memintaku mengakhiri hubungan kami. Tapi kemudian saat aku mulai nyaman dengan hubungan kita mungkin hampir satu satu yang lalu, dia mulai berusaha meminta maaf dan menginginkanku kembali padanya. Dia minta maaf ke orang tuaku dan bersikap begitu manis agar dia diterima kembali. Dia wanita yang manupulatif, bahkan dia bisa meyakinkan orang tuaku untuk mendukungnya...."
"Dia cantik, kaya, sempurna... " Josh menutup bibirku dengan jarinya.
"Sejak kapan kau punya kebiasaan memuji sainganmu?" Aku cuma tersenyum.
"Entahlah, rasanya sedikit tak percaya diri melawan ratu lebah provokatif seperti dia...."
"Bukankah kau ratunya drama ... " Josh tersenyum lebar dan mencubit kedua belah pipiku.
"Berbeda jika itu adalah hidupmu sendiri. Menyebalkan rasanya." Aku tertawa.
"Just stay and fight with me Honey..." dia menciumku dan membalikku berbaring di sofa besar itu. Memberi ciuman panas yang membuatku mengelinjang geli.
"You even haven't changing your clothes..." ** aku menahan wajahnya yang berada diatasku, yang menyuruk ke lekukan leherku dan memberikan gigitan yang membuatku menahan napas.
"You will took that off, why shoud I bothered my self to change."** Aku tertawa, dan menikmati ciumannya di leherku. Napasku memburu dan desahan puas lolos dari bibirku saat dia memindahkan ciumannya lebih kebawah.
"I love you Charlotte ..."
"I love you Josh."
Rasanya baru kali ini walaupun hanya dengan saling menyentuh satu sama lain itu sudah cukup. Asal dia ada disampingku, itu sudah cukup. Aku tak mau kehilangan perasaan nyaman ini.
---------------------
● You even haven't changing your clothesKau bahkan belum mengganti pakaianmu
● You will took that off, why shoud I bothered my self to change."**Kau akan melepasnya, kenapa aku menyusahkan diri sendiri berganti pakaian.