"Aku dua kali melihat Charlotte bersama Josh. Dia jelas bukan hanya teman, mereka pasti punya hubungan khusus." Aku terhenti di belakang sebuah hiasan besar dengan foyer kain tertutup. Saat akan berjalan ke toilet. Itu suara Susan yang berbicara dengan Ibu Joshua.
"Aku sudah berusaha menghubungkan kalian berdua selama ini, kurasa wanita itu alasan dia menolak berjalan bersamamu. Dia jelas sedang dalam hubungan khusus bersamanya. Aku tak suka ini Susan, dan aku tak suka pengacara itu masuk dalam keluargaku, dia dibesarkan oleh single mother, entah siapa ayahnya atau apa pekerjaan Ibunya ..." punggungku dingin, sebuah pisau tajam terasa ditancapkan ke hatiku.
"Wanita itu harusnya tidak pernah datang ke pesta ini. Kau tidak mengajak Joshua datang bersamamu Susan? Bukankah kau berada di London minggu kemarin?" Itu suara ayah Josh. Jadi jelas bagiku aku adalah orang yang tidak diharapkan oleh keluarga ini.
"Mereka sekantor Bibi, mereka terus bertemu. Sementara aku sering berada di Paris belakangan ini untuk perkerjaan... Apa yang harus kulakukan Bibi,..." Susan memelas dengan suara menghiba. Wanita cantik itu jelas adalah calon menantu yang sempurna dibanding dengan aku yang bukan siapa-siapa.
"Aku akan mencari cara menjauhkan Joshua darinya. Seharusnya dia membuka firmanya sendiri, dia sudah punya nama dan klien banyak...." Jonas Menard menyambung pembicaraan itu.Aku tidak sanggup lagi mendengar ini, sudah tak ada lagi yang perlu kudengar, aku berjalan cepat meninggalkan mereka, kembali ke meja jamuan bergabung dengan Josh dan keluarga kakaknya.
"Charlotte, kau baik-baik saja... " Aku sudah melamun di meja makan. Memikirkan apa yang harus kulakukan setelah mendengar percakapan itu. Josh menatapku binggung.
"Maaf, ... aku baik-baik saja." Aku tersenyum menutupi wajah sedihku. Saat ini mungkin yang pertama kuinginkan adalah menangis sendiri, mataku sudah panas.
"Kau yakin?" Aku mengeleng dengan kuat mencoba meyakinkannya.
"I'm just fine Josh ... " Josh tampaknya tak percaya padaku, aku tahu aku tak akan mampu menutupi sesuatu darinya. Dia mungkin terlalu mengenalku.
"Kita akan bicara nanti, ... " dia meremas tanganku.
Jamuan makan siang itu berlalu dan aku mengucapkan salam perpisahan ke kakak-kakaknya.
Ibunya dan Susan menghampiri kami. Gadis itu memang ingin menunjukkan padaku bahwa dia memegang kendali permainan ini.
"Josh, kau akan kembali ke London?"
"Iya Mom, aku masih banyak yang harus dikerjakan..."
"Baiklah, dua minggu lagi Ibu akan ke London. Kita bertemu di sana. Jaga dirimu..."
"Charlotte, kau kembali bersama Josh?"
"Ohh tidak, aku akan ke Frankrurt, ada klien yang harus kutemui Nyonya." Aku mencoba berbohong. Tidak aku tidak akan menggangu anakmu. Kau tak usah khawatir, sementara Joshua menatapku aneh kenapa aku menyebutkan aku harus ke Frankrurt.
"Senang bertemu denganmu sayang. Lain kali jika ada kesempatan mampirlah ke rumah kami di 7eme. Akan menyenangkan bisa bicara lebih banyak..." dia ramah sekali untuk ukuran tidak menginginkanku sebagai calon menantunya sama sekali.
"Baik Nyonya, semoga aku punya kesempatan."
"Aku akan sering berada di London minggu depan Josh, kita bisa bertemu lagi nanti." Dan Susan menggunakan kesempatan itu untuk memeluk Josh dengan akrab.
"Tentu jika tidak ada kesibukan penuh , kita bisa makan siang." Aku tahu Josh hanya memberi gadis itu harapan palsu. Jika aku mau aku bisa jadi pemenang atas Josh, tapi apa aku bisa melakukannya.
Aku diam sepanjang jalan. Berpikir apa yang harus kukatakan.
"Sebenarnya ada apa... " Josh mengemudi kembali ke hotel dengan mobil yang dia sewa. Perjalanan satu jam kembali ke pusat kota Paris itu terasa tidak menyenangkan bagiku. Tapi dia harus tahu apa yang kudengar.
"Tadi aku tidak sengaja mendengar Ibu dan Ayahmu bicara dengan Susan..." aku menghela napas panjang.
"Bicara apa,..."
"Tentang aku, dia tidak suka aku bersamamu. Dia mempertanyakan siapa keluargaku, ...dia tahu aku dibesarkan oleh single mother, dan ayahku yang entah dimana... " mataku memanas saat mengingat bagaimana latar belakang keluargaku dipertanyakan.
Memang aku pernah diwawancara untuk publikasi dimana aku dengan bangga menceritakan bahwa ibuku adalah single mother. Ayahku? Dia tidak pernah punya peran dalam hidupku, kenapa Ibuku harus dicela karena membesarkanku sendiri. Aku memang bukan jenis mereka, semacam top list royalty. Tapi mereka tak perlu menghina Ibuku karena dia bagiku adalah segalanya. Sebutir air mata lolos dari mataku karena kesal.
"Honey,...?" Josh terkejut karena melihatku menangis, dia meminggirkan mobil kami Avenue de Cerquese setelah hampir lima belas menit kami berjalan.
"Ibumu dan ayahmu sama sekali tak menyukaiku Josh, mereka memilih Susan untukmu..." aku tersenyum dan menguatkan hatiku untuk mengatakannya.
"Honey, kau pikir aku anak kecil yang harus dipilihkan barang, keluargaku tidak bisa menentukan dengan siapa aku harus berjalan, aku yang memilih dengan siapa aku menjalin hubungan." Josh melihat mataku yang masih berkaca-kaca. "Maafkan dia, dia tak bermaksud berbicara seperti itu... "
"Dia benar Josh, Ibuku bukan siapa-siapa. Tapi aku bangga dengannya,..."
"Maafkan dia. Dia hanya terpengaruh oleh Susan yang pandai bicara, semuanya akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja... Dia hanya belum mengenalmu. Kita akan menghadapi ini bersama."
"Mereka berbicara seperti aku adalah perempuan kasta rendah yang berusaha mendapatkan seorang pangeran." Aku jelas terpukul dengan apa yang kudengar, aku tak yakin sejak aku mendengar itu apa aku akan meneruskan ini, lebih baik kami tak punya status apapun.
"Lihat aku, aku tidak perduli apapun yang mereka bicarakan, yang punya hubungan ini adalah kita berdua. Kau harus yakin padaku ... aku yang mencintaimu."
"Aku tak tahu Josh... "
"Have faith in me Honey."
"Dan jika itu tak berhasil."
"Kita akan berhasil." Aku diam. Josh mungkin benar bahwa Ibu atau Ayahnya tak bisa mengatur kepada siapa dia akan berhubungan.
Tapi aku juga kami tak bisa melangkah kemanapun jika kami tak disetujui keluarganya.-----------
Seminggu kemudian...
Aku mencoba mempercayai Josh, bahwa lambat laun dia akan meyakinkan keluarganya. Aku sebenarnya takut akan apa yang terjadi kedepan, disisi lain aku terlanjur jatuh terlalu dalam bersama Josh dan tidak ingin kehilangan, tapi disisi lain aku tak punya keyakinan terhadap diriku sendiri bisa bertahan.
"Charlotte, seorang wanita bernama Susan Knightley ingin bertemu denganmu." Aku mengerutkan alis mendengar nama yang disebutkan.
Susan Knightley?! Apa yang diinginkannya dengan datang ke sini saat Josh sedang berada di Dublin.
"Baiklah, suruh dia masuk..." Aku membiarkan dokumen yang sedang kureview masih dimejaku, tanda aku sedang sibuk. Aku sedang sibuk saat ini dan aku tak menyukai kedatangannya. Aku tak menyukai drama di kehidupan pribadiku, sudah cukup aku mengatur drama di kehidupan orang lain.
Aku mengirimkan pesan ke Joshua tentang kedatangan Susan, aku tak ingin menyembunyikan apa yang terjadi, termasuk mantan yang masih mengejarnya.
Sekertarisku mengetuk pintu, aku melihat ke pintu masuk. Wanita cantik berambut pirang ini memakai pakaian kerja putih, sexy ways off course, dengan ruffles, belahan d**a rendah, dan stilettos. Sementara aku dengan pakaian yang aku senangi, in profesional black suit. Dia punya badan langsing indah yang membuatnya punya kepercayaan diri melakukan semua itu plus dia memang tipe yang menyenangi spotlights.
Aku berdiri dari mejaku.Tersenyum sopan menyambut tamuku ini.
"Susan, kejutan kau menemuiku disini. Apa yang bisa kubantu untukmu...Duduklah." Aku masih memakai kacamata kerjaku, dan mempersihlakan dia duduk di depan meja kerja besarku. Tidak, aku tidak akan menjamunya di sofa khusus klien.
"Kau punya kantor yang elegant Charlotte,.." dia melihat ke sekeliling menilai ruanganku, wanita ini punya umur yang sama denganku.
"Terima kasih, ... Apa yang membawamu kesini Susan." Aku langsung ke poin pembicaraan, aku malas berlama-lama bicara dengannya. Aku bahkan tidak akan menawarkan minuman padanya.
"Sabar sayang, kau sedang sibuk rupanya. Apa kedatanganku sedikit menganggu?" Dia tersenyum dan langsung menyindirku balik.
"Maaf Susan, aku akan terus terang, aku punya jadwal pertemuan dengan klien dalam 30 menit kedepan dan dokumen ini masih harus direview, ... soo, let's say I do have tons ruined in my head right now." Dia tertawa kecil. Aku tersenyum ...sinis.
"Baiklah, aku cuma kesini untuk mengatakan sesuatu padamu... " dia berhenti sambil mengibaskan rambutnya dan memajukan badannya kedepanku.
"Aku mendengarkanmu."
"Stay away from Josh, he is mine!" Aku menaikkan alisku. Kemudian tertawa. Dia dengan cepat melanjutkan...
"Kau lihat cincin ini, dia memberiku cincin berlian besar ini tiga tahun yang lalu, orang tuanya dan orang tuaku menjodohkan kami sejak kami kecil, dan kau tiba-tiba masuk dalam hubungan kami. Siapa kau... kau bahkan tidak punya keluarga setara dengan kami, jangan bermimpi merebutnya dariku!" Aku tertawa keras mendengar kata-katanya. Tapi disatu titik perkataannya tentang keluarga yang setara membuatku ingin membalasnya.
"Kau tahu aku bukan psikolog Susan..."
"Psikolog? Apa maksudmu..." Dia binggung karena aku meneruskan tertawaku.
"Apa kau kesini mengadu padaku tentang hubunganmu yang gagal tiga tahun yang lalu. Aku tak perduli sayang... kau datang ke tempat yang salah, kenapa kau tidak ke Josh dan memberikan kasih sayangmu padanya... biar kutebak ... Josh bahkan selalu menghindarimu!" Aku mengatakan kalimat terakhir dengan penekanan dan tertawa sepuasku.
Susan didepanku mukanya memerah, aku puas melihatnya. Provokasi rendahan seperti anak kecil seperti ini membuatku geli.
"b***h! Kau bermimpi masuk ke keluarga elite Menard! Lingkungan keluarga Menard adalah orang luar biasa, dengan strata diluar jangkauan karyawan biasa sepertimu, kau seharusnya sadar itu. Dan kau bahkan dikenal sebagai pengacara yang membantu para b***h memperoleh harta kekayaan suaminya. Kau pikir Menard mau menerima wanita jalang sepertimu... yang bahkan tak punya ayah!" Sekarang aku diam, wanita ini sudah melewati batasnya.
"Satu lagi Charlotte, aku dekat dengan kedua orang tua Josh, ayah Josh, Jason Manard punya penyakit jantung. Menurutmu apa yang terjadi jika aku sedikit membuat drama didepannya, jika terjadi sesuatu jika dia kesal dan aku membuat ayahku masuk ke hubungan kami.... Siapa yang hancur?! Jika aku tak mendapatkan Josh aku tak akan menyerahkannya dengan mudah padamu! Kau pikir bisa menang dengan mudah dariku?"
Ini sudah cukup. Wanita elite ini pikir dia dan uangnya itu membuatnya punya kedudukan lebih dari orang lain.
"Kau sekarang yang dengarkan aku Susan. Jika kau memang mencintai Josh, kau tidak akan mungkin menggunakan cara kotor hingga mengadu Josh dan keluarganya. Kau kekanakan yang tidak bisa menghadapi hubunganmu telah gagal dan menggunakan drama tidak realistis untuk mendapatkan Josh kembali, kau seharusnya berpikir apa yang kau lakukan. Kau seharusnya malu melihat betapa putus asanya kau menggunakan cara kotor rendahan seperti itu..."
"Kau yang kekanakan bermimpi bisa mendapatkan Josh... " dia melanjutkan dengan sengit. Kesabaranku sudah habis untuk melayani wanita sombong ini.
"Kau membuang waktuku, sihlakan keluar dari kantorku, atau aku akan memanggil security untuk mempermalukanmu..."
"Kau kalah hingga perlu memanggil security Charlotte?" Dia menghentakkan sepatunya dan berdiri.
"Ingat kata-kataku, jauhi Josh atau kau akan menerima akibatnya." Dia pergi sambil membanting pintuku.
Wanita sialan! Aku melepas kacamataku dan memijit kepalaku setelah dia pergi.
Screw you Menard, Knightley!