Aku begitu khawatir tentang perjalanan ini. Tentang bagaimana keluarga Joshua sebenarnya. Apa mereka juga akan seperti keluarga kelas tinggi lainnya, hanya menerima yang setara dengan mereka? Apa aku akan terpaksa patah hati.
"Kau memikirkan sesuatu sepanjang hari ini, bicaralah padaku..." Kami sampai di Renaissance Hotel di Louvre Jumat malam, dan Joshua tampaknya melihat aku terlihat lebih diam dari biasanya dan dia tahu aku khawatir tentang sesuatu.
"Josh, ... kau tak pernah cerita tentang siapa keluargamu, apa mereka akan menerimaku nanti. Keluargaku bukan siapa-siapa."
Joshua menatapku dan tersenyum. "Kemarilah... " dia menarik tanganku dan mendudukkan aku di pangkuannya.
"Charlotte, aku adalah aku, terlepas siapa keluargaku. Aku membangun karierku dari dasar tanpa bantuan keluargaku. Kau pikir karena keluargaku semacam "top list richest in UK" atau pamanku yang seorang mayor of London akan punya pengaruh terhadap karierku. Tidak sama sekali, aku tidak pernah bergantung pada mereka, aku harus berusaha keras keluar dari bayang-bayang nama besar keluargaku dan membuat namaku sendiri. Aku memenangkan kasusku dengan gemilang, bekerja keras untuk setiap pekerjaan yang kuterima sama sepertimu, setiap anggota keluarga kami berjuang dijalan mereka sendiri untuk membuktikan siapa kami..." dia mengelus rambutku.
"Keluarga kita adalah orang ketiga diluar hubungan kita. Aku akan membuat pengakuan padamu. Aku dan Susan pernah pacaran saat aku masih di bangku kuliah, keluarga kami dekat. Sebelum kami berpisah beberapa tahun kemudian karena kesibukan masing-masing di negara berbeda. Dan iya dia dari keluarga "top list" Ibuku mungkin akan mendukung jika aku berhubungan dengannya, tapi sekarang aku bersamamu, dan aku sudah pernah bilang padamu, ini adalah hubungan terbaik yang pernah aku jalani. Kita hanya nyaman satu sama lain begitu saja, seperti seorang sahabat, apakah kau tidak merasa begitu. Dan aku tak akan melepasmu sampai kapanpun... Jadi berhentilah mengkhawatirkan hal yang tidak penting, fokus padaku."
Aku diam mendengar Joshua bicara. Kata-katanya menyakinkan, kenapa dia begitu baik dan aku nampaknya tak punya keyakinan padanya. Aku bahkan sudah membayangkan kemungkinan terburuk.
"Katakan sesuatu Honey..."
"I love you..." Joshua diam mendengar perkataanku.
"Untuk pertama kalinya kau mengatakannya tanpa paksaan..." Aku tertawa sekarang. Wajahku kembali panas. Aku menyentuhkan wajahku kekeningnya.
"Kiss me honey..." Aku masih duduk di pangkuan Josh, mata kami saling mengunci dan aku tak bisa beralih darinya. Perlahan aku mendekatkan diri dan menciumnya lembut, dia hanya membiarkan aku menyentuh bibirnya, sampai aku terbawa perasaanku dan menciumnya lebih dalam. Josh merengkuh pinggangku dan dia mulai membalas ciumanku. Aku selalu suka dengan wangi napasnya, bernapas didekatnya dan menciumnya adalah hal terbaik dalam hidupku.
"I love you Charlotte, ..." dia berbisik kecil dan itu terasa luar biasa membahagiakan. Dadaku mengembang dengan perasaan bahagia yang tak bisa kulukiskan dan aku merinding. Mungkin ini hanya permainan hormon dan otak yang menipu. Tapi entah kenapa rasanya begitu nyata.
Saat aku kembali mengecap bibirnya. Sebuah gairah menyala diantara kami di kota Paris yang penuh cahaya. Aku hanya menyebutkan namanya dengan mendamba saat pusat gairahnya mencoba menyentuhku lebih jauh saat aku duduk dipangkuannya dan dia menciumku dan tanggannya di pinggulku menekanku kebawah untuk membuatku menyentuh bagian dari dirinya lebih keras lagi.
"Make love to me, ..." aku berbisik sambil terengah. Aku menyerah pada perasaanku sendiri yang melambung tinggi, dan tubuhku yang sudah kecanduan pada sentuhannya. Sementara bintang berkelip di langit kota Paris, aku dan dia berada di kota cahaya, hidupku beberapa saat terasa dalam mimpi indah dan aku takut akan terbangun dari mimpi ini.
------------
Pesta pernikahan private yang sangat indah, diselenggarakan di sebuah Castle bernama Chateau de Esclimont, sebuah hotel dengan gaya castil abad pertengahan di Auenau sebelah utara Paris, castle indah dengan taman luas mengelilinginya. Aku langsung jatuh cinta pada pemandangan yang kulihat.
Tamu-tamu keluarga dan teman-teman dekat sudah berdatangan. Bunga-bunga dekorasi putih pink ungu bertebaran disepanjang venue. Mereka menggelar upacara pernikahan di halaman castle yang luas dan kemudian jamuan makan siang di salah satu ruangan hotel.
"Josh sayang,... " Seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik menghampiri kami. Ini Sarah Menard ibunya. Aku ingat melihat profilenya kemarin saat aku mencari keterangan tentang keluarga Joshua.
"Mom, bagaimana kabarmu. Aku merindukanmu."
"Aku baik Josh. Mommy akan ke London minggu depan bersama ayahmu. Kita akan bertemu disana nanti... " dia melihat ke arahku. "Dan siapa wanita cantik ini..."
"Madam, aku Charlotte Blaine, teman kerja Joshua. Senang bertemu denganmu..."
"Charlotte Blaine? Apa kau... Charlotte Blaine yang sering muncul di perceraian di TV?" Dia membelalak melihatku.
"Iya itu aku Madam, ... " Aku tersenyum lebar.
"My God, ternyata kau masih begitu muda dan cantik. Televisi kadang cukup menipu, kau pasti sumber berita gossip terbaik disini, aku akan mengenalkan kau pada teman-temanku, percayalah mereka akan langsung meminta kartu namamu untuk berjaga-jaga. Josh, kau tak pernah menyebutkan kau punya teman pengacara televisi terkenal Charlotte Blaine ..."
"Sekarang kau tahu Ibu, kami teman satu kantor dan dia adalah seorang partner termuda sekaligus top earner di Allen and Colleen LLP."
"Tidak diragukan, kau sangat pengacara perceraian paling terkenal saat ini , bahkan namamu sudah setara dengan artisnya sendiri. Kau sangat mengagumkan Charlotte...." aku tertawa renyah mendengar pujian Sarah.
"Hai Joshua, akhirnya kau datang..." Susan, mantan pacar Josh yang cantik, dia memeluk dan mencium Joshua.Dia memakai gaun peach cantik dengan taburan mutiara di hiasan lehernya. Postur sempurnanya membuat dia terlihat sangat cantik dengan gaun peach panjang tapi dengan potongan yang memperlihatkan kaki indahnya. Aku sendiri memilih potongan gaun simple Alexander McQueen yang sopan untuk pesta siang hari, warna netral coklat muda yang tidak terlalu menarik perhatian.
"Ohh Nona Charlotte, kita pernah bertemu sebelumnya, ternyata kau yang menemani Ethan kesini. Senang bertemu kembali..." Aku membalas salamnya, sopan sekali gadis ini, mungkin sudah terlatih di acara sosial kelas atas.
"Ini Susan Knightley, putri kedua keluarga Ashton Knightley, kau pasti mengenal nama Knightley nona Charlotte,..." Aku mengangguk, salah satu keluarga top list di Inggris. "...dia sudah lama menjadi teman keluarga kami. Dan Susan ini Charlotte Blaine, pengacara terkenal yang sering menangani perceraian artis populer dan wanita-wanita kaya di Inggris."
"Oh my God, aku berpikir dimana aku pernah melihatmu waktu kita bertemu pertama kali. Ternyata di televisi, Charlotte kau sangat hebat. Kami para wanita memujamu sebagai pembela kami. Benar bukan Bibi Sarah." Dia mengatakan kekagumannya dengan antusias, tapi juga menunjukkan bahwa dia dan Sarah dekat sambil memeluk pinggang Sarah. Dia jelas sangat terlatih memprovokasi secara halus, apa dia cemburu aku datang bersama Joshua.
"Anda terlalu memuji Miss Knightley, kehormatan bagi saya bisa bertemu salah satu putri keluarga Knightley, kudengar bisnis kosmetik dan fashion mu sedang berkembang pesat. Aku senang mengikuti halaman kecantikanmu." Susan Knightley, salah satu influencer dan pebisnis terkenal seperti Kylie Jenner di Eropa
"Kau yang sekarang terlalu memuji Miss Charlotte,..." kami tertawa bersama.
"Susan ini memang wanita cantik dan pebisnis handal. Tak ada yang bisa menandinginya... Ethan, kau sedang di Paris, sudah lama aku tak melihat kalian pergi bersama." Aku hanya tersenyum, aku yang meminta diakui sebagai teman. Tak ada yang lebih baik daripada bersikap diam dan menerima melihat Ibunya bersikap mendukung Sarah dan Joshua bersama.
"Aku sedang banyak pekerjaan Mom, setelah pesta aku harus kembali ke London ... "
"My God, Ethan. Kenapa kau harus selalu memprioritaskan kariermu, My God, kapan Ibu bisa melihatmu berjalan di aisle..." Josh melihatku, aku hanya diam dan tersenyum kecil.
"Maafkan aku Charlotte sayang, nasehati temanmu ini tolong. Dia satu-satunya yang membuatku khawatir, seakan semua pekerjaannya itu adalah napasnya... " Sarah memegang kepalanya dan menggelengkannya dengan gaya pusing berlebihan, sekarang aku tahu dari mana Joshua memperoleh bakat drama dan tindakan konyol itu, Ibunya inspirasinya.
"Son,... bagaimana kabarmu." Seorang laki-laki paruh baya mendekati kami. Aku mengenalnya ini Jonas Menard, ayah Joshua. Dan dibelakangnya ada keluarganya dua kakak laki-lakinya dan istri dan anak-anak mereka , dan kakak perempuannya. Mereka semua punya gen yang bagus. Joshua adalah yang paling bungsu di keluarga ini.
"Dad... " Joshua memeluk ayahnya dan kakak-kakaknya.
"Ini temanku Charlotte Blaine, pengacara perceraian paling terkenal di London." Joshua membawaku ke dalam lingkaran keluarga lebih dekat. Dan aku menyalami semua dari mereka.
"Oh my God, aku tadi berpikir dimana aku pernah melihatmu..." Aku langsung dikerubungi tiga perempuan, yang langsung bertanya berbagai macam hal padaku.
"Ladies, kalian tidak merencanakan membuat tuntutan pada suami kalian dalam waktu dekat bukan? Satu jam konsultasi dengan Charlotte seharga €1.500, aku akan menyuruh kantor mengirimkan tagihannya untuk kalian bertiga." Joshua mencoba menarikku dari intervensi kakak dan dua kakak iparnya. Mereka antusias sekali bertanya.
"Josh, kau itu perhitungan sekali. Kau saudara paling pelit yang kumiliki..." Aku tertawa saat kakak perempuannya mengerutu karena Joshua memutuskan obrolan seru kami.
"Kalian teman dekat? Maksudku kalian semacam pasangan...kekasih?" Aku diam, Joshua memandangku, kami saling tersenyum. Sementara kakaknya dan kedua iparnya melihat kami saling tersenyum.
"Oh my God, Josh belum bisa meyakinkanmu sayang... " salah satu kakak iparnya tertawa.
"Josh, kau payah. Kau perlu kursus cara meyakinkan wanita. Kami akan membantumu. Perjam konsultasi seharga £3.000, aku bisa memberimu diskon 1% ..." Tawa kami meledak dan Josh cuma meringis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sayang... Josh memang complicated, tapi dia pria yang baik hati, kau harus menerimanya. Jika dia membuat masalah denganmu telepon aku, akan kubuat dia menyesal pernah hidup..." Kakaknya Elisa memberikan lirikan maut.
"Sis, kau menghancurkan imageku, kau lihat aku dibawah kakak perempuan tiran Charlotte, ini keluargaku yang selalu menindasku, kau harus menyelamatkanku dari sini..." Kami semua tertawa mendengar perkataan Josh yang berlebihan.
"Acara segera dimulai, semua diminta duduk..." Kami menuju ke kursi-kursi putih di taman itu yang sudah ditata dengan indah. Pengantin pria sudah siap di depan altar.
Josh menggandeng tanganku dan kami duduk bersebelahan bersama keluarga kakaknya.
Lagu pengantin mulai dimainkan. Kami semua melihat ke belakang. Pengantinnya memakai baju putih dengan lace yang sangat indah. Saat ini untuk pertama kalinya aku menghargai momen ini, sebelumnya aku menggangap semua ini menggelikan. Karena aku sekarang jatuh cinta?
"I love you..." Josh berbisik padaku. Aku menoleh dan sesaat aku terperangkap dalam ruang waktu yang terhenti saat menyadari pandangan lembutnya padaku. Aku terharu, emosiku meluap saat dia mengatakannya di saat seperti ini. Aku tak percaya bahwa aku yang selalu memandang rendah pernikahan bisa merasakan hal seperti ini saat aku membuka hatiku.
Dia menggengam tanganku erat, membawa ke pangkuannya. Kami mengikuti prosesi pemberkatan indah itu dengan diam. Dan saat itu untuk pertama kalinya aku berdoa agar kedua pengantin itu berbahagia selamanya. Mungkin aku berharap bahwa dengan mendoakan mereka aku dan Josh juga akan bahagia.
Cinta memang mengubahmu.