"Momok cepat! Nanti kita ketinggalan busnya!" Agil berteriak dari lantai bawah ke arah kamar adiknya. Mereka hari ini akan pergi ke vila milik Basri, disana akan diadakan ajang perlombaan dua hari lagi, hari ini hari sabtu dan mereka akan pergi dengan menggunakan beberapa buah bus yang telah disiapkan oleh sekolah. "Agil, kamu yakin Momok mau pergi?" Nulani bertanya cemas ke anaknya. Agil mengangguk. Nulani meremas-remas jemarinya. "Tapi kamu janji kan mau jagain Momok disana? Jangan tinggalin dia sendirian yah? Kemana kamu pergi, bawa dia, janji yah sama bunda?" Nulani bertanya ke anaknya meminta janji sang anak. Agil mengangguk. "Agil janji, Bunda," Mochtar menyadari kekhawatiran sang istri, bukan berarti ia tak kwahatir juga, dia justru khawatir jika Moti harus pergi agak jauh d

