"Ran, bunga ini boleh nggak Momok petik?" Moti bertanya antusias ke arah Randra. Randra mengangguk. "Yes!" Moti mulai memetik bunga mawar merah itu. Mereka sekarang sedang berada di kebun bunga kaca di sekolah Randra. Di kebun bunga itu tidak ada yang boleh masuk terkecuali pemilik atau orang tertentu saja, kebun bunga itu sebenarnya milik almarhum nenek Randra yang sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Aira, nenek Randra pada saat itu sangat menyukai bunga, sekolah ini dibangun atas permintaan Aira pada suaminya, kakek Randra sekarang. Salah satu sekolah disitu menyediakan jurusan pemanfaatan tanaman hias, ini dikarenakan nenek Randra yang mengusulkan agar nanti ada yang berbakat dalam memanfaatkan tanaman hias, Aira sendiri lulusan dari fakultas pertanian, pembudiayaan tanaman adalah

