Muhammad Mochtar Baqi syok, keluarganya diculik oleh orang yang tidak di kenal. Upacara kenaikan pangkatnya ditunda. Ini keadaan darurat. "Ya Allah, bagaimana ini bisa terjadi? Isteri dan anak-anakku diculik," ujar Mochtar resah. Sesungguhnya ia tak pernah merasakan rasa khawatir dan syok seperti sekarang ini. Ketiga anaknya dan keponakannya serta isterinya diculik, dan penculikan ini bukan penculikan biasa, pasalnya seorang ajudannya tewas dengan tulang leher retak. Sedangkan sang supir, mang Jono mengalami retak yang sama, namun bedanya ia masih hidup dan sekarang dalam keadaan kritis. Sedangkan polisi yang bertugas mengawal mobil mereka dengan motor di depan, mengalami luka tusuk pisau. Ia takut jika pelaku akan berbuat macam-macam kepada keluarganya. Muhammad Jamaludin Baqi lang

