"Aran!" teriak orang-orang yang ada di ruang olahraga bilik khusus beladiri itu. Aran dengan cepat menghadiahi Naran satu pukulan tepat di rahang bawahnya. Randra juga yang tadinya ingin menyusul dan mengikuti jejak Aran, ditahan Busran dan Mustaf. "Lepaskan aku!" Randra berteriak nyaring. Orang-orang di ruang itu menelan susah saliva mereka. "Randra stop!" Busran mencoba menenangkan Randra. "Lepaskan aku, Busran!" teriak Randra lagi. Alan membantu Naran berdiri, sedangkan Dwi bertugas untuk berjaga-jaga jika saja Aran ingin menyerang lagi. Aran menatap tajam ke arah Naran. "Lain kali jaga mulutmu sebelum aku robek mulut itu," desis Aran dingin. Cika dan yang lainnya menahan napas tegang mereka. "Jika tidak tahu apa-apa tentang Moti, jangan sembarangan menyimpulkan," lanjut Aran

