"Randra," panggil sang ayah. Randra mendongak ke arah sang ayah. "Insiden beberapa hari yang lalu apakah anak itu masih tetap bersekolah di SMK?" Iqbal bertanya. Ia sudah mengetahui perihal luka yang dialami putranya. Randra mengangguk. "Iya ayah," jawab Randra. "Kenapa tidak dia pindah? Biasanya jika ada yang mengusik atau mengganggu ketenanganmu, kau tidak akan diam tangan saja," Iqbal memancing jawaban putranya itu. Sebab sudah beberapa hari ini sang anak terlihat tidak bersemangat ke sekolah, berbeda dari hari sebelumnya, ia sangat antusias datang ke sekolah. Bahkan sebelum anaknya itu pergi ke pertandingannya, ia sempat tersenyum lebar, sesuatu yang langka. Namun, setelah anaknya itu pulang, ia kelihatan frustasi, bahkan barang-barang yang dapat ia jangkau di lemparnya sana-sin

