"Agil, beneran nih Momok datang hari ini?" Cika bertanya di depan bandara. "Hm," entah ini sudah yang keberapa kalinya Agil menjawab pertanyaan sang sepupunya itu, sampai-sampai ia sudah bosan menjawab dan menyahut saja. Cika memilih ikut di bandara menjemput Moti, ia bahkan sudah meminta ijin pada sang ayah, Mohammad Amaludin Baqi, yang merupakan kakak dari Mochtar untuk menginap di rumah pamannya itu. Ayah dari Cika merupakan seorang tentara dengan pangkat perwira tinggi, Amaludin mengikuti jejak sang ayah yang merupakan seorang tentara, berbeda dari sang ibu yang merupakan seorang polisi. "Mana? Nggak ada tuh," celetuk Cika. "Dikit lagi," sahut Agil. Sedangkan sang ibu sudah lebih dulu meleset ke dalam gedung bandara itu bersama sang adik. "Ayo!" ajak Agil. Mereka berdua memasuki

