56. Hadiah

1442 Kata

"Hanya luka gores, untung saja tidak terjadi apa-apa padanya," ujar dokter Mudya. Iqbal dan Laras mengangguk, mereka berdua melirik ke arah Randra yang sedang menaikan selimut dari lutut ke perut Moti. "Maaf mengganggu anda," ujar Laras. "Tidak apa-apa, ini memang sudah tugas saya," ucap dokter Mudya. Wanita empat puluh tahun itu melirik ke arah Moti. "Apakah ini keponakan anda?" tanya dia. Laras bingung, dia tidak tahu mau menjawab apa. Ia hanya bisa tersenyum masam sambil menggaruk-garuk kepalanya. Dokter Mudya melirik ke arah Randra. Ia melihat tingkah dan sikapnya pada Moti. "Baiklah, kalau begitu saya permisi, obatnya nanti ditebus di apotik." Ujar dokter Mudya. Laras mengangguk. "Mari dokter," ♡♡♡ "Kenapa tidak menelepon kalau mau datang?" Randra menatap tajam ke arah Mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN