Kini pengambilan rapot semester telah dilaksanakan. Seperti biasanya, para orang tua dari masing-masing murid akan datang ke sekolah untuk mengambil rapot sekaligus mendengarkan juara terbaik semester ini. Moti duduk termenung di belakang sekolahnya sendiri, gadis itu berulang-ulang menarik dan menghembuskan napas lesu. "Ssshhh...huuh!" "Kenapa melamun?" tanya seseorang. "Hik!" Moti berjinggat kaget. Ia mendongak ke arah pelaku. "Huuh! Kak Naran ngagetin Momok aja," ujar gadis itu sambil mengusap-ngusap dadanya. Naran tersenyum tipis. "Kenapa, hm?" Moti cemberut. "Hari ini ayah yang ngambil rapot Momok sedangkan bunda yang ngambil rapotnya kak Agil," ujar Moti. Naran menaikan sebelah alisnya. "Lalu?" "Nanti Momok malu-maluin ayah lagi, Momok pasti tidak akan dapat peringkat

