"Apa!?" Iqbal dan Laras melotot kaget. Dimas terpaksa datang ke Indonesia ke esokan harinya setelah mendengar permintaan sang cucu. Glek Laras menelan susah salivanya, sedangkan Iqbal terheran-heran. "Aku ingin tahu darimana gadis itu berasal, dia bahkan mampu membuat cucu penerusku menjadi berani seperti itu," ujar Dimas. "Dia...dia dari keluarga Baqi, ayahnya seorang polisi berpangkat Brigadir Jenderal, sekarang mengetuai staf pusat bagian detasemen anti teror." Ujar Iqbal. Dimas menaikan sebelah alisnya. "Keluarga Baqi?" Iqbal mengangguk. "Iya ayah, keluarga Baqi selalu beranggotakan polisi dan tentara, dia juga punya kakak dan adik yang merupakan tentara dengan pangkat perwira tinggi dan menengah." Ujar Iqbal. Dimas mengisyaratkan agar Iqbal menjelaskan. "Setelah gadis itu d

