Adib langsung mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Ia pun memeluk tubuh Siti. Siti menangis di pelukan Adib. “Maafkan aku, Sayang. Aku tidak maksud menyakitimu, apalagi sampai menodaimu. Aku lakukan semua ini karena aku cemburu. Aku cemburu melihat kau bersama laki-laki lain. Kamu milikku tapi kamu pergi dengan lelaki lain,” ujar Adib dengan lembut. Siti tidak berkata apa-apa. Ia terus saja menangis, ia benar-benar shock. Tiba-tiba terdengar suara pintu di dobrak. Andrie masuk ke dalam ruangan. “Jangan ada yang masuk! Kondisi kekasih saya setengah telanjang. Saya tidak ingin ia dilihat oleh orang lain!” Adib masih dalam posisi memeluk Siti. Ia tidak ingin laki-laki lain melihat tubuh Siti. Andrie marah melihat apa yang dilakukan oleh Adib. Ia menghampiri Adib lalu menarik baju Adib

