Marisa.

1136 Kata

“Baik, Mas,” Siti pun meninggal ruang kerja Adib. ‘Galak amat, sih! Bisa kan nyuruh dengan cara baik-baik.’ Siti memandangi pintu ruang kerja Adib dengan kesal. Ia pun kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. Setengah jam kemudian Adib keluar dari ruang kerja. Ia kembali memakai kaca mata hitam. “Sit, aku pulang. Kepalaku sakit. Kamu pulang sendiri!” ujar Adib dengan tegas. “Baik, Mas,” jawab Siti. Adib pun pergi meninggalkan kantor. Siti memandangi punggung Adib yang semakin menjauh. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya. . . . Keesokan hari orang yang bernama Marisa datang kembali ke resto untuk mencari Adib. Salah seorang pelayan resto masuk ke dalam kantor dan melaporkan kepada Siti. “Mbak, Nona Marisa datang mencari Pak Adib.” Diah berbisik agar tidak terdengar oleh p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN