Kepergok jadi Maling

694 Kata

Tepat pukul dua dini hari, Rurayya terbangun. Perutnya keroncongan, seperti menuntut perhatian setelah seharian emosinya menguras tenaga. Dengan malas, ia bangkit dari tempat tidur. Setelah membenarkan kerudung tipis yang biasa ia kenakan saat tidur, ia melangkah pelan ke arah pintu. Suasana rumah sunyi, lampu-lampu utama sudah dimatikan, hanya tersisa cahaya temaram dari lampu-lampu hias kecil di sudut-sudut ruangan. Memberi nuansa tenang, tapi juga sedikit membuat jantungnya deg-degan. Langkahnya ringan, seperti seorang pencuri yang menyelinap di rumah orang. Padahal, secara teknis, ia adalah bagian dari rumah ini. Menantu keluarga. Tapi entah mengapa, ia tetap merasa canggung untuk berkeliaran sendirian di tengah malam begini. Apalagi kalau sampai ketahuan David—ia bahkan tidak ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN