Bomin membuka matanya dengan pelan. Ia mengerjap berusaha menormalkan pandangannya yang kabur. Perutnya terasa sakit sekali. Kepalanya juga pusing. Ia berusaha menoleh ke sampingnya. Ia melihat Byunggyu yang termenung di sofa. "Byunggyu-ya~" lirih Bomin. Merasa ada yang memanggilnya, Byunggyu menoleh dan membelalak. Ia segera menghampiri ibunya. "Bu! Ibu sudah sadar?" sebuah pertanyaan bodoh keluar dari bibirnya. Bomin terkekeh dan mengangguk. Byunggyu segera menekan tombol intercom yang ada di sebelah ranjang dan memanggil dokter. "Aku haus." keluh Bomin. Byunggyu membantu Bomin untuk minum. Bomin menghela nafas lega karena tengorokannya tak terasa sakit lagi. "Tunggulah sebentar, dokter akan datang sebentar lagi." ucap Byunggyu lembut. Bomin menatap Byunggyu dengan tatapan horor

