BAB 34

2010 Kata

Kehilangan tidak akan pernah bisa siap dihadapi oleh siapapun. Tidak ada perasaan yang tak terluka ketika seseorang pergi dari hidup kita. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan ketika air mata jatuh membanjiri pipi, namun alasan logisnya tidak pernah ketemu. Rasanya sesak di dalam d**a, sulit bernapas, tidak mampu berpikir, dan kadangkala putus asa. Rengga pernah mengalami fase itu beberapa tahun lalu. Hancur dan berantakan ketika seorang Dya pergi dari hidupnya. Namun beberapa saat lalu hatinya lega karena bisa melihat perempuan itu baik-baik saja. Tetapi, saat ini? Apa yang bisa dilakukannya? Apa yang bisa dikatakannya. Harapan dan kepercayaan yang selama ini Rengga bangun dengan susah payah, runtuh kembali. Dia kembali hancur dan tidak berbentuk. Beberapa hari ini Rengga menolak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN