BAB 40

2040 Kata

Hujan mulai reda, Rengga keluar dari ruangan operasi. Jam tangannya menunjukkan pukul tujuh malam. Sudah telat satu jam lebih untuk pertemuan dengan seseorang yang mengirimkan pesan untuk bertemu dengannya. Rengga tidak yakin jika perempuan itu mau menunggunya. Namun di lobby rumah sakit, ada seorang perempuan dengan rambut sepunggung sedang duduk sambil membaca-baca majalah. Rengga memelankan langkahnya, tidak percaya jika perempuan itu menunggunya selama ini. Padahal janji pertemuan mereka adalah sekitar jam enam tadi. Rengga tidak tahu caranya memulai pembicaraan apalagi dirinya yang terlambat datang. Tidak enak, mungkin itulah yang paling Rengga rasakan saat ini. "Asti ..." Perempuan itu menoleh. Menatap wajah Rengga yang tampak lelah dan kuyu membuat perempuan itu tidak enak hati k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN