BAB 41

2000 Kata

Dua Tahun Kemudian ________________________ "Nama?" "Rengga ..." "Umur?" "Tiga puluh tahun ..." "Kerja?" "Dokter!" "Status?" "Hm ... Lajang!" Bapak berkacamata itu menatap Rengga tidak percaya. Tetapi tidak lama kemudian memilih fokus pada data diri yang Rengga berikan tadi. Sebuah map warna biru, sebuah permintaan untuk menjadi relawan di tempat bencana alam. Kali ini, Rengga tidak dipaksa, namun hati nuraninya yang meminta. Telah terjadi banjir bandang di salah satu daerah. Rengga meminta ijin untuk mengikuti kegiatan sebagai relawan dan mendedikasikan dirinya untuk menyelematkan dan merawat korban dengan baik. Sebelum itu, Rengga harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu karena ini bukanlah utusan dari rumah sakit, namun hanya mengatasnamakan tentang kemanusiaan. "Ada p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN