Secara perlahan, Stella menengok ke belakang, untuk melihat siapa orang yang telah berbicara tadi. Dia mengedipkan matanya beberapa kali, melihat Arka yang saat ini tampak sedang berdiri di anak tangga terakhir dengan kedua tangan yang dilipat di depan d**a. Stella berdehem pelan, berusaha untuk menetralkan detak jantungnya saat ini. Pria itu benar-benar sangat mengagetkannya tadi. "Apa yang kau butuhkan?" tanya Arka. Dia mulai melangkah pelan, menuju ke tempat gadis itu berada. "Tidak, aku tadi ingin keliling---" Tiba-tiba saja perut Stella langsung berbunyi, membuatnya berhenti berbicara. Malu, itulah yang dirasakan Stella saat ini, setelah dia ketahuan bahwa sedang kelaparan. Dilihat tampang Arka yang tertawa pelan. Astaga, ini memalukan sekali Stella berdehem pelan, berusah

