Tentu saja Stella sangat mengenali suara siapa itu. Suara yang serak dan juga agak berat, membuatnya merinding seketika. Arka. Pasti pria itu yang kini tengah memeluknya dengan erat dan membisikinya kalimat tadi. Tangan Stella terangkat, dia menyentuh tangan Arka yang memeluknya dengan erat itu, sebisa mungkin, dia melapaskan pelukan yang tengah dilakukan oleh Arka. "Arka, lepas!" Sungguh, Stella merasa sangat tak nyaman sekali dengan pelukan ini. Dia menggigit bibirnya dengan kuat, bukannya pelukan itu terlepas, justru Arka semakin mengeratkan nya. Pria itu memang benar-benar sangat menyebalkan bagi Stella. "Aku suka seperti ini, jangan menghalanginya." "Tapi---" "Sst, sebentar saja." Stella menghembuskan napasnya dengan kasar, tak ada lagi pilihan untuk dia selain diam dan pa

