Runtuh

1032 Kata
Aku berusaha melupakan kamu. Aku berusaha menyadaerkan diri aku bahwa kamu tak bisa aku miliki. Namun kenapa semesta amat kejam kepadaku. Mengapa mereka membuat melupakanmu adalah luka yang paling sakit dan harus aku terima dan tanggung Gaby pulang dari kampu dengan lesu dan lemas. Dia bagaikan tak makan selama 6 tahun saja. Dengan perlahan- lahan dia membuka kamar kostnya. Terlihat kamarnya yang amat berantakan dan tak terrurus hal itu dikarenakan dengan Gaby yang amat malas dalam membersihkan dan meraikan kamar. Menurut dirinya itu. Emberiskhkan kamar satu kali sehari sama saja membuang waktu. Dia menyalakan kipas dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur yang amat besar. Bisalah untuk tiga orang saking besarnya. Kemudian dia membuang tasnya yang brada dibelakang punggungnya itu kesemberangan tempat. Tanpa memdulikan dengan bawaan dalam tas itu. Kemudian membuka ponsel dan melihat- lihat apa saja yang terjadi dalam dunia ini melalui sosmed yang semakin canggih. “Capke bangat,” gumam Gaby yang merasakan neak dalam dirinya kala sudah mendekat dengan kasur yang tak terlalu empuk itu. Tetaoi setidaknya itu bisa mebuat dirinya nyaan ketika tidur. Maklum saja dia membeli empat tidur itu dari market place dengan keadaan bekas. Untuk menghemat pengeluarannya itu. “Kenapa ya aku nggak suka kalau Leo ceritain tentang Febyy dan bakan aku sekarang benci bangat dengan yang namanya Feby. Padahal harusnyakan aku senang kalau dia udah bisa menyukai orang dengan tulus. Tak seperti dulu lagi yang hanya menjadikan ketampanannya mengambil target dan menjadikan orang itu jadi korban,” Gaby merenung dan mengingat- ingat bagaiman sikapnya kepada Nando yang ketika dia menceritakan Feby dia malah tak suka. Terutama kepada Leo. Saat meneritakan tentang Feby. Ingin sekali Gaby menghilang dari sana. Saking tak sukanya dengan Feby yang sudah mengambil hati Leo. Kalau Nando sih masih its okay, bahkan dia dukung supaya kedua kapal itu berlayar dan menjadi kekasih. Gaby gelisah dan mulai memikirkan yang tidak- tidak bagaimana dengan hubunagnnay yang dia rasa sebentar lagi akan hancur dan retak gara- gara Feby yang sudah mengambil Leo dari dirinya itu. “kok gue jadi parno gini ya. Ahhhhhhhh, kenapa sih gue bisa suka sama tu orang. Gimana ya cara lupakannya?” ujar Gaby yang tak tahan degan semua overthingking dan juga kegelisahannya yang sekarang melanda dirnya itu. “Nggak, aku nggak bisa gini. Itu terserah Gali, mau dia jungkir balik kek mau dia suka sama Feby kek itu urusan dia. bukan urusan kamu, kita hanya punya tugas dnegan matkul. Jangan sampai ada yang namanya ngulang. Karena Cuma akan buang- buang waktu. Tapi gimana ya cara aku lupain Gali, soalnya diotak aku Cuma ada dia,” Gaby yang berfikir dengan tak tenang dan berusaha untuk melupakan dirinya dengan sahabat yang mungkin sebentar lagi akan mempunyai pacar. “Darimana aku mikirin yang aneh- aneh mending aku, cari makan aja deh. Aku malas bangat makan apalagi masak. Mager bangat,” Gaby bangkit dari tempat tidrunya itu. Lalu mengganti pakaiannya menjadi lebih santai dan tak lupa megambil uang buat membeli makanannya itu. Dengan cepatdia menuruni tangga dan bersiap- siap membeli makanan yang paling dekat dan enak. **** “Eummm Feb, kamu sibuk enggak?” tanya Leo dengan ragu- ragu kepada Feby. Feby hanya menggeleng dengan bingung. Sebab baru kali ini seorang Leo menanaykan hal tersebut. Dan biasanya juga Gaby dan Leo selalu sama. Namun kali ini mereka tak bersama. Ada apa yang terjadi. “Kalau gitu kamu mau nggak, aku traktir kamu?” tanya Leo sekali lagi. Feby membulatkan matanya dengan sempurna. Dia tak paham dengan sifat Leo kali ini. namun tetap saja Feby akan mengiyakan ajakan Leo. Karena mana ada orang yang menolak rezeki bukan. Dia menganggukkan kepala kemudian mata Leo seperti memancarakan kebahagiaan dan rasa kepuasan tersendiri kala Feby mengatakan hal itu. Tanpa ragu Leo menggenggam tangan Feby dan menarik dirinya itu langusng kedalam otor milknya itu. Feby tak percaya dengan hal tersebut. Memangsih dari dulu Feby menyukai Leo. Namun dia tak mau langsung menunjukan itu. Dikarenkan banyak orang yang mengatakan sudah banyak korban Leo dikampus ini. “Makasih ya udah mau terima ajakan aku buat makan, aku nggak nyangka bangat kamu terima itu dengan cepat, yaudah kamu naik. Aku uda lapar bangat nggak sabar buat makan,” ucap Leo dengan wajah yang berseri- seri. Sebenarnya sih dihati Feby ada ketakutan tersendiri dari dirinya kala menerima ajakan ini. tetapi cintanya terlalu kuat sehingga dia dibutakan untuk hal itu. Feby menaiki motor Leo. Dan semua orang menatap Feby dengan iri. Bahkan juga ada yang menggosipi dirinya itu, “Iii, dimana Gaby. Bukannya dia biasanya sama Gaby, apa jangan- jangan mereka berantam Cuma karena Feby?” tanya orang yang beramai- ramai. Namun Feby tak peduli dengan omongan orang tersebut yang terpenting saat ini dia bersama dengan Leo apapun yang terjadi. “Kita mau makan kemana?” tanya Feby dengan keras kepada Leo tetapi tak dijawab oleh Leo. Dia malah fokus kepada motornya itu. Tapi mau gimana lagi keselamatan no 1 jdi tak apa- apa jika dirinya itu dikacangi oleh Leo. “Bi, aku pesan satu ya. Ayam panggangya satu pakai lalapan trus nasinya dibanyakin,” ucap Gaby yang baru sampai dan memesan makanan disalah satu warung yang sering Gaby dan Leo pesan ketika mereka bersama. Namun untuk kali ini hanya Gaby yang memsan tanpa ada sahabtnya itu. “Lah pacarnya neng kemana? Kok tumben sendirian?” tanya penjual yang masih fokus kepada pelanggan yang akan dilayani dirinya itu. Gaby tak menjawab dia hanya tersenyum malu- malu. Sambil menunggu makanan tu. Gaby duduk dikursi yang kosong dan memainkan ponselnya dengan tenang. Namun tanpa sengaja dia melihat dua sosok yang baru saja dia galaukan. Ya itu adalah Feby dan Leo yang tengah makan ditempat yang sama dengan dirinya itu. Dunianya serasa hancur dikala Leo dengan sengaja menyuapi Feby yang hanya tersenyum mesra. Dalam benak Gaby muncul banyak pertanyaan yang membuat dirinya semakin yakin bahwa hubungannya dirinya hanya sebatas hanya temanan. Tetapi yang namanya perasaan tak bisa langsung dengan cepat diubah. “Astaga, apa yang harus aku lakukan biar aku nggak terlalu mencintai Gali. Kenapa d**a aku sesak ya tuhan. Apa ini jawaban memang aku tak bisa bersama dengan Gali. Kenapa semua yang aku harapkan tak pernah terjadi dan terwujut. Kenapa dunia kejam bangat sama aku,” batin Gaby yang masih melihat kemeseraan yang ditunjukan Leo kepada Feby.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN