Aku masih duduk diam di ruang tamu sembari menatap layar ponselku yang sejak tadi tidak berhenti berkedip. Penampakannya sudah makin mengerikan sejak jatuh di kantin beberapa bulan yang lalu. Masih bisa bertahan hidup dengan kondisi layar hancur hingga saat ini saja, menurutku itu adalah suatu keajaiban. Namun pagi ini, aku tidak sengaja menjatuhkannya lagi. Dan beginilah nasib ponsel malangku. “Assalamualaikum, Ladis!” “Waalaikumsalam.” Aku menjawab pelan tanpa minat membukakan pintu, toh tanpa dibukakan juga dia akan masuk sendiri. Bagas masuk sambil menggendong si Oren, sebelum akhirnya ikutan duduk di sebelahku. “Oren udah lo kasih makan?” tanyanya. “Tadi pagi, sih, udah. Tapi sekarang belum, lo kasih, gih,” ucapku pelan. Tidak tahu, rasanya hari ini energiku benar-benar t

