Bel berbunyi empat kali, menandakan waktu pulang sudah tiba. Aku yang sudah kembali ke kelas dan melanjutkan rutinitasku memerhatikan suasana kelas yang ribut macam pasar hewan, kemudian bergegas membereskan peralatanku. Tiara yang sudah selesai menonton drama Korea, kembali ke tempatnya dan membereskan barang-barangnya. Akhirnya, sampai waktu pulang pun kelas kami tidak diisi pelajaran apa pun. Tahu begitu, aku pulang saja dari jam pelajaran kelima tadi. “Tadi lo ke mana?” tanya Tiara seraya memasukkan buku ke dalam tasnya. “Keluar, ngobrol sama Kia.” “Kia? Yang dulu nembak Bagas?” Aku mengangguk menjawab pertanyaan Tiara barusan. “Ngobrolin apaan?” Aku hanya mengangkat bahu, malas menjelaskan perihal Sagara pada Tiara. Sebenarnya tadi, setelah membicarakan Sagara yang entah ke

